Final Liga Champions: Dendam Lama Liverpool Kontra Real Madrid
Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menjawab misi balas dendam yang digaungkan Mohamed Salah jelang laga final Liga Champions.
TRIBUNGORONTALO.COM - Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti menjawab misi balas dendam yang digaungkan Mohamed Salah jelang laga final Liga Champions.
Pertandingan final Liga Champions mempertemukan Liverpool vs Real Madrid akan berlangsung di Parc des Princes, Minggu (29/5/2022) pukul 02.00 WIB.
Jelang pertandingan akhir pekan ini, tensi sudah mulai memanas.
Pemicunya adalah komentar yang dilontarkan penggawa Liverpool, Mo Salah.
Dia memiliki misi melunasi utang dendam tatkala The Reds dikalahkan Madrid pada laga final Liga Champions empat tahun silam.
Apalagi pada laga tersebut, Mo Salah mendapat pengalaman tak menyenangkan setelah terlibat duel melawan Sergio Ramos.
Dia harus meninggalkan lapangan akibat cedera yang dialami.
Dua momen ini yang mendasari Mo Salah menuliskan pesan revans jelang bersua Los Blancos.
"Tunggu, kami belum selesai di musim ini (mengacu kepada duel melawan Madrid)," terang eks AS Roma, dikutip dari laman Express.
Beragam tanggapan dan reaksi akhirnya bermunculan terkait statement dari Salah. Satu di antaranya Carlo Ancelotti.
Entrenador El Real ini juga mengingatkan Mo Salah, tidak cuma Liverpool saja yang memiliki misi balas dendam. Namun Real Madrid juga memilikinya.
Memori dendam yang dimiliki rival abadi Barcelona atas Liverpool mengacu kepada pertandingan final Liga Champions musim 1980/1981.
Ini akan menjadi ulangan final 1981. Saat itu Liverpool dan Real Madrid juga bertemu di Paris, tepatnya di Parc des Princes, pada 27 Mei.
Gol pembeda yang menisbatkan Los Blancos keluar sebagai pemenang diciptakan oleh Alan Kennedy.
"Ini mungkin menjadi motivasi (revans), perlu diingat, Real Madrid juga menelan kekalahan pada laga puncak melawan Liverpool di Paris (Liga Champions)," terang Ancelotti, dikutip dari laman Mirror.
"Boleh dong pertandingan nanti juga bisa menjadi ajang balas dendam bagi kita," terang Ancelotti peringatkan Mohamed Salah.
Berbicara soal tradisi Liga Champions, Madrid adalah juaranya.
Dari 16 kali menapak ke partai final, penguasan Santiago Bernabeu ini sukses memetik 13 kemenangan.
Andai Madrid-nya Ancelotti meraih titel juara, maka raihan si Kuping Besar menjadi yang ke-14 bagi mereka.
Adapun Liverpool yang sukses mengusung misi revans, maka The Reds menyamai catatan AC Milan sebagai perengkuh trofi Liga Champions terbanyak kedua, yakni 7 kali.
Alonso: Tonton dan Nikmati!
Mantan pemain Real Madrid dan Liverpool, Xabi Alonso memprediksikan laga final Liga Champions musim ini bakal menarik.
Oleh karena itu, ia hanya berpesan, mari disaksikan dan dinikmati.
Pertandingan final Liga Champions antara Liverpool vs Real Madrid akan berlangsung di Stade de France, Prancis pada Minggu (29/5/2022) pukul 02.00 WIB.
Sejauh ini, Liverpool dan Real Madrid memerlihatkan aristokrasi di sepak bola Eropa.
Bagaimana ketangguhan mental dari kedua tim mengantarkan mereka ke laga puncak yang sangat dinantikan.
Pada tahun 2018 lalu, Xabi Alonso berada di tengah kedua tim, saat Real Madrid juara maupun Liverpool yang harus puas menyandang status runner-up.
Sangat menyenangkan baginya bisa menikmati pertandingan mantan timnya tersebut.
"Sangat indah melihat pertunjukan atau permainan yang begitu indah," kata Xabi kepada BT Sport, dikutip dari Sportskeeda.
"Saya berada di Kiev (venue Final Liga Champions 2018) beberapa tahun lalu dan sangat menyenangkan untuk menikmati dua tim saya ada di sana, dan ini bukan tentang final."
"Ini juga untuk mencapai final dan untuk dinikmati bersama penonton," jelanya.
"Saya ada di sana bersama teman-teman dari Madrid, dari Liverpool, dan saya berada di tengah-tengah kedua tim.
"Jadi, saya akan menang apa pun yang terjadi," bebernya.
Menurut pemain asal Spanyol itu, Liverpool dan Real Madrid pantas berada di final.
Perjalanan kedua tim musim ini begitu atraktif yang memperlihatkan kedigdayaan sepak bola Eropa.
Tapi, siapa yang lebih berhak menyandang title juara?
"Kedua tim hebat, mereka berdua pantas mendapatkannya," jelas pemain yang juga pernah bersama Bayern Munchen itu.
"Tapi, apa pun yang terjadi, Madrid, mereka akan menang dan Liverpool akan menang di masa depan. Kita lihat saja. Ini final Liga Champions. Nikmati saja," pungkasnya.
Xabi Alonso
Xabi Alonso merupakan pemain penting bagi Liverpool dan Real Madrid semasa jadi pesepak bola.
Perannya sebagai jendral lapangan tengah mengantarkan Liverpool dalam malam penuh keajaiban di Istanbul pada tahun 2005.
Ketika itu Liverpool tertinggal 0-3 di babak pertama dari AC Milan di laga final Liga Champions.
Liverpool bangkit, Xabi Alonso mencetak gol ketiga The Reds untuk memaksa laga berakhir imbang hingga perpanjangan waktu berakhir.
Di babak adu penalti, Liverpool sukses menaklukkan AC Milan.
Sementara bersama Real Madrid, Alonso menjadi bagian skuat yang memenangkan trofi Liga Champions musim 2014.
Meski tidak tampil dalam laga final karena skorsing kartu, Real Madrid ketika itu mengalahkan Atletico Madrid sekaligus menggenapkan trofi si Kuping Besar menjadi 10.
Malam kebahagiaan itu dikenal sebagai La Decima bagi Real Madrid. (*)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Liga Champions: Teruntuk Mo Salah & Liverpool, Real Madrid Juga Punya Dendam Kesumat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Mohamed-Salah-berduel-dengan-Sergio-Ramos-di-Final-Liga-Champions-20172018.jpg)