Senin, 13 April 2026

Berita Viral

Kecanduan Pakai Popok, Pria Ini Ditinggal Istrinya

Pria asal Australia dilarang bertemu dengan anak-anaknya lantaran ketagihan memakai popok.

Tayang:
zoom-inlihat foto Kecanduan Pakai Popok, Pria Ini Ditinggal Istrinya
TribunStyle.com
Ilustrasi popok dewasa 

TRIBUNGORONTALO.COM - Bagaimana jadinya jika seorang pria ketagihan memakai popok.

Pria asal Australia dilarang bertemu dengan anak-anaknya lantaran ketagihan memakai popok.

Keputusan ini disampaikan oleh pengadilan setempat atas keluhan dari mantan istrinya.

Tidak terima, pria tadi menegaskan bahwa hobi mengenakan popok sama sekali tidak berbahaya bagi siapapun.

Dilansir dari Daily Star, Minggu (8/5/2022), pria tersebut merupakan bagian dari komunitas Pecinta Popok Bayi Dewasa (ABDL).

Anggota komunitas ABDL memiliki hobi mengenakan popok serta bertingkah layaknya bayi

Hal ini sering dikaitkan dengan motif seksual.

Istri dari pria yang namanya disembunyikan tersebut khawatir bahwa hobi sang suami akan berdampak buruk kepada anak-anak mereka.

Pasalnya, wanita itu mengaku suaminya tak sungkan mengenakan popok saat berada di rumah.

Baca juga: Viral! Niat Buat Story WA, Pengunjung Tak Sengaja Rekam Aksi Kejahatan

Inilah salah satu penyebab mereka berdua akhirnya bercerai.

Pasca perpisahan, keduanya sepakat tetap mengasuh anak bersama-sama.

Sang wanita memperbolehkan mantan suaminya untuk menemui anak-anak mereka asalkan berjanji untuk tidak mengenakan popok saat berjumpa.

Namun, pada tahun 2019, ia mengatakan sang mantan suami melanggar kesepakatan tersebut.

Wanita ini memergoki mantan suaminya datang menjemput anak di rumah sambil mengenakan popok yang 'terbuka sebagian'.

Ia pun akhirnya mengambil jalan hukum.

Pada tahun 2021, Pengadilan keluarga di Australia memutuskan pria itu dilarang menjumpai anak-anaknya sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Hakim yang menanagani kasus ini, Hilary Hannan, mengatakan sang ayah tidak 'menangani risiko (perbuatannya) kepada anak-anak dengan memuaskan'.

"Saya memiliki keraguan besar, dan pada akhirnya tidak menerima bahwa sang ayah memiliki kemauan untuk berhenti terlibat dalam perilaku yang dimaksud," ungkap Hillary. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved