Liga Champions
Masih Ingat Final UCL 2009? Tom Ovrebo Akhirnya Akui Chelsea Pantas Dapat Penalti
Diketahui, keputusan Tom tidak memberikan penalti sempat kontroversial kala itu.
TRIBUNGORONTALO.COM - Wasit Tom Henning Ovrebo akhirnya mengakui bahwa Chelsea pantas mendapatkan penalti kala melawan Barcelona di semifinal Liga Champions tahun 2009 silam.
Diketahui, keputusan Tom tidak memberikan penalti sempat kontroversial kala itu.
Hari ini, sekitar 13 tahun saat pertandingan semifinal Liga Champions antara Chelsea melawan Barcelona.
Ovrebo menjadi sosok yang dibenci semua penggemar Chelsea.
Andaikan Obrebo tidak menggagalkan penalti, Chelsea lebih berpeluang besar melaju ke final.
Baca juga: Bawa Real Madrid ke Final, Ancelotti Cetak Rekor Baru
The Blues sempat memimpin melalui gol menakjubkan Michael Essien.
Tetapi Blaugrana (sebutan Barca) saat itu hanya membutuhkan gol penyeimbang untuk melaju ke final.
Kesempatan itu pun datang dari kaki Andres Iniesta.
Pemain internasional Spanyol berhasil membobol gawang Peter Cech menjelang akhir pertandingan.
Setelah pertandingan Didier Drogba hingga Michael Ballack melontarkan kekecewaan mereka pada Ovrebo selaku pengadil lapangan.
Tak terkecuali para penggemar The Blues di Stamford Bridge, yang murka atas kinerja wasit Norwegia tersebut.
Bahkan Ovrebo sempat mendapatkan beberapa ancaman pembunuhan.
Kontroversi besar membuat pertandingan final itu masih membekas hingga 13 tahun kemudian.
Sekarang Ovrebo telah memberikan pendapatnya kepada Sportsmail seperti dikutip TribunGorontalo.com dari Sportbible.
“Saya yakin akhir pertandingan akan jauh lebih mudah bagi kami sebagai tim wasit jika gol [Iniesta] tidak dicetak," ujar Ovrebo dikutip TribunGorontalo.com dari Sportbible, Sabtu (7/5/2022).
“Chelsea akan lolos ke final dan pendukung mereka akan pergi ke pub dan berkata, 'mungkin kami seharusnya mendapat satu atau dua atau tiga atau empat atau lima atau enam penalti. Kita lolos ke final."
"Tentu saja, sebagai wasit Anda tahu gol seperti itu menciptakan lebih banyak diskusi dan lebih banyak reaksi dan lebih banyak kontroversi seputar keputusan yang telah Anda buat dalam pertandingan.”
Tak dapat dipungkiri, kepemimpinan Ovrebo sangat merugikan tim Inggris tersebut.
Ia menepis teriakan penalti Florent Molouda di tepi kotak penalti.
Kemudian menolak untuk memberikan penalti, saat Didier Drogba dilanggar Eric Abidal di kotak terlarang.
Ovrebo semakin dikecam, saat dirinya mengabaikan handball yang begitu jelas pada Gerard Pique. Padahal Ovrebo berada sangat dekat dari bola.
Setelah pertandingan, wasit asal Norwegia itu dikelilingi para pemain Chelsea yang menuntut dan bertanya mengapa peluit tidak berbunyi untuk penalti.
Sekarang, dia mengakui bahwa mungkin mereka (pemain Chelsea) ada benarnya.
“Saya tidak berpikir pendukung Chelsea benar, ketika mereka mengklaim empat dari lima penalti, tetapi saya pikir semua orang yang tahu sepak bola dan hukum permainan tahu seharusnya ada penalti yang diberikan,” ujarnya.
"Itu terjadi, terutama sebelum VAR. Terkadang Anda gagal mengeksekusi penalti, terkadang Anda kehilangan kartu merah atau keputusan penting. Dan saya pikir semua orang yang tahu sepak bola tahu seharusnya ada penalti."
“Mereka bisa berspekulasi sendiri mana yang seharusnya menjadi penalti. Saya tidak akan memberi Anda jawaban yang benar tentang itu, karena saya tidak memiliki jawaban yang benar. Saya hanya memiliki persepsi saya tentang itu."
“Dalam pertandingan seperti itu ketika Anda memiliki begitu banyak banding penalti, terkadang sebagai wasit Anda khawatir untuk tidak dibodohi oleh tim, jadi mungkin itu bisa mempengaruhi persepsi saya secara negatif."
"Jika saya memiliki VAR dalam pertandingan itu, saya yakin beberapa situasi akan berbeda."
"Tapi saya tidak bisa berkeliling merenungkan kinerja saya selama saya melakukan yang terbaik. Saya dapat belajar darinya dan itu mungkin hal yang paling penting, tetapi bagi saya, saya tidak bisa berkeliling dan menyesali beberapa keputusan saya."
"Saya membuat kesalahan lain selama 40 tahun saya sebagai wasit dan saya tidak bisa menyesali semuanya," pungkasnya.
Saat ini Ovrebo telah pensiun. Ia kini menjalani profesi sebagai psikolog untuk para atlet. (*)