Pilpres 2024

Duet Airlangga-AHY: Sudah Jadi, Tidak Ada Hambatan

Eskalasi politik di Tanah Air begitu dinamis. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, komunikasinya.

Editor: Lodie Tombeg
tribunnews
Airlangga Hartarto dan AHY berjabat tangan di depan rumah Airlangga, Sabtu (7/6/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Eskalasi politik di Tanah Air begitu dinamis. Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan, komunikasinya dengan Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berjalan lancar.

Hal itu disampaikan Airlangga di rumah dinasnya, Kompleks Widya Chandra 3, Nomor 6, Jakarta Selatan, setelah menerima kunjungan AHY.

"Komunikasi kami sangat lancar, kita WA WA-an saja terjawab, sudah jadi. Tidak ada hambatan," tutur Airlangga kepada wartawan, Sabtu (7/5/2022).

Dalam pertemuan yang berlangsung 30 menit itu, Airlangga membahas sejumlah hal dengan AHY, termasuk tentang partai yang dipimpin oleh keduanya.

"Kita berbicara keluarga inti dan keluarga besar. Keluarga besarnya adalah keluarga besar Partai Golkar dan keluarga besar Partai Demokrat," kata dia.

Airlangga pun menyampaikan, peluang terbentuknya koalisi antara Golkar dan Demokrat di masa mendatang sangat mungkin terjadi. Sebab, Partai Golkar pernah menjadi partai pendukung Susilo Bambang Yudhoyono.

"Kalau peluang (koalisi) selalu ada, kan berpengalaman juga Partai Golkar mendukung ayahnya beliau (SBY). Jadi sudah ada track record, jadi kerja sama baik," sebut dia.

Airlangga melanjutkan, dirinya dan AHY memiliki kesamaan yang sama, yakni olahraga. Itu adalah salah satu topik yang dibincangkan saat AHY bertandang ke kediamannya.

"Kita bahas juga capaian klub bola voli Lavani yang menjadi juara liga, kebetulan kan diurus Pak SBY dan keluarga," paparnya.

"Kalau saya kan pengurus olahraga wushu, jadi kita punya interest yang sama di olahraga," imbuh Airlangga.

Dalam pertemuan itu, AHY menegaskan, silaturahmi dengan Airlangga akan terus berlanjut, tidak berhenti hanya pada momen Idul Fitri.

"Kami ingin terus membangun silaturahmi, tentu bukan hanya di situasi Lebaran, tapi setiap saat komunikasi kami berjalan dengan baik," ungkapnya.

Dalam pandangan AHY, silaturahmi mesti terus dirajut dan tidak hanya terkait dengan urusan politik.

"Intinya insya Allah, kalau para tokoh politik juga selalu bersilaturahmi tidak selalu urusan politik tentunya ya, tapi urusan-urusan yang humanis, kekeluargaan seperti ini, juga akan membangun semangat yang baik ke depan," pungkas dia.

Demokrat: Capres Butuh "Tiket"

Kepala Badan Komunikasi Strategis Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan, para kader menginginkan agar AHY maju sebagai calon presiden di Pilpres 2024.

Namun, menurut Herzaky, AHY justru menilai saat ini bukan waktu yang tepat untuk membicarakan calon presiden dari Partai Demokrat.

Herzaky mengatakan, penentuan calon presiden dari Demokrat akan bergantung pada dua faktor yakni tiket untuk mencalonkan presiden serta momentum.

"Untuk mendapatkan tiket berlaga di Pilpres 2024, kita harus membangun koalisi. Kalau punya elektabilitas tinggi, tapi tidak punya tiket, tidak akan berarti apa-apa," katadalam keterangan tertulis, Jumat (6/5/2022).

Ia menyatakan, partainya akan membangun koalisi yang memperjuangkan rakyat.

"Koalisi yang sedang dibangun Partai Demokrat adalah koalisi yang memiliki visi dan program atau platform untuk terus memperjuangkan kepentingan rakyat. Kesepahaman mengenai inilah yang menjadi dasar dalam bangunan koalisi kami untuk Pilpres 2024," katanya.

Ia menuturkan, AHY meyakini apabila koalisi tersebut berjuang untuk rakyat, maka kemenangan bakal dicapai.

"Kalau koalisi tidak berbicara tentang rakyat, hanya menginginkan kekuasaan dan bagi-bagi kekuasan, maka tentu rakyat tidak bisa menerima dengan baik dan tak akan memberikan kemenangan dalam kontestasi pimpinan nasional," ujar dia.

Herzaky mengatakan, Demokrat terus berupaya membangun koalisi dengan membuka komunikasi politik secara aktif dengan semua pimpinan partai politik tanpa terkecuali.

Namun, ia mengingatkan, membentuk koalisi partai politik yang berjuang untuk rakyat membutuhkan waktu dan upaya serius dalam membangun kesepahaman bersama.
Ia menyebutkan, saat ini Demokrat masih menjajaki semua kemungkinan dan situasinya pun masih sangat dinamis.

"Pada waktunya, akan kita umumkan jika memang sudah semakin mengerucut dan final. Bisa di awal 2023, bisa jelang pendaftaran capres di September 2023, dan bisa juga lebih awal," kata Herzaky.

Sementara, momentum berarti penentuan dan pengumuman nama calon presiden harus pada waktu yang tepat karena sosok yang saat ini memiliki elektabilitas tinggi belum tentu bertahan hingga satu tahun ke depan.

"Survei salah satu tolok ukur, tapi gambaran sementara, potret saat ini. Bukan suatu kepastian. Masih harus terus kita dalami dan cermati perkembangan ke depannya," ujar Herzaky. (*)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Saat Airlangga Menjawab soal Komunikasinya dengan AHY dan Peluang Koalisi..."

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved