Tiga Kondisi yang Dapat Memicu Orang Bunuh Diri
Kedua, depresi berat. Ciri orang yang mengalami depresi berat adalah merasa putus asa, suasana hati yang buruk, merasa lelah,
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ilustrasi-percobaan-bunuh-diri.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Kasus bunuh diri di Gorontalo terus terjadi. Misalnya hari ini, Senin (2/5/2022) seorang lansia warga Heledulaa Utara, Kota Gorontalo ditemukan tewas gantung diri di kamarnya.
Dari informasi yang dikumpulkan TribunGorontalo.com, bunuh diri bisa jadi dipicu oleh tiga kondisi.
Pertama, adanya gangguan bipolar. Orang yang mengalami gangguan ini, akan mudah berubah mood atau kondisi hati. Yang tadinya merasa gembira dan bersemangat, mendadak menjadi sangat sedih, tidak bersemangat, bahkan depresi.
Kedua, depresi berat. Ciri orang yang mengalami depresi berat adalah merasa putus asa, suasana hati yang buruk, merasa lelah, atau kehilangan minat dan motivasi dalam hidup.
Ketiga, gangguan kepribadian ambang. Gangguan ini juga disebut borderline personality disorder (BPDO. Tanda orang mengalami gangguan ini adalah sering menyakiti diri sendiri.
“Yang perlu Anda lakukan jika Anda atau kerabat yang mengalami tanda-tanda bunuh diri, adalah dengan mencari tenaga profesional, atau mengunjungi terapis,” seperti dikutip dari web resmi Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo.
Lalu, berkumpul dengan orang-orang yang suportif. Selalu ingat bahwa hidup memang hanya sementara, maka masalah hidup pun hanya sementara. Tidak perlu mengakhiri hidup.
“Jika teman anda mengalami masalah atau putus ada, Anda harus menjadi pendengar yang baik,”. (*)