Opini
Tiga Alasan Real Madrid Lebih Diunggulkan Lolos Final
Kecerdasan Ancelotti dalam melakukan pergantian pemain, membuat shape lawan harus didikte Los Blancos.
Bernabeu jadi kuburan menakutkan bagi Les Parisiens.
Sedangkan bagi the Blues, kemenangan tak menghentikan mereka kekalahan agregat.
Rekor Comeback
Real Madrid di tangan Ancelotti bak Spartan yang tak kenal lelah.
Hasta El Final (sampai akhir) bukanlah sekadar jargon biasa.
Terbukti, meski sempat diobrak-abrik di sepanjang pertandingan,
Madrid justru mampu keluar dari kebuntuan menjelang 90 menit.
Kecerdasan Ancelotti dalam melakukan pergantian pemain, membuat shape lawan harus didikte Los Blancos.
Alhasil, Madrid mampu membalikkan momentum menjadi kerugian tim lawan.
Seperti yang terjadi pada leg pertama, dimana Pep memainkan high defensive line.
Garis pertahanan yang tinggi yang sempat menyulitkan Madrid di babak pertama, mampu dijadikan boomerang bagi City.
Itu terjadi kerena Madrid memiliki pemain berkecepatan tinggi dalam diri Vinicius dan Rodrygo.
Kedua pemain itu dijadikan Ancelotti untuk mengeksploitasi pertahanan City, yang gagal mengimbangi laju para pemain sayap Madrid.
Selain itu Karim Benzema masih jadi mimpi buruk bagi tim lawan.
Perannya sebagai deep lying forward, mampu mengacaukan dua bek lawan, sehingga vinicius kerap lolos dari marking lawan.
Kombinasi kedua pemain tersebut berhasil membawa Los Blancos memenangi laga-laga penting musim ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Real-Madrid.jpg)