Elite Politik Mulai 'Caper', Sindiran Puan Maharani Masih Wajar
Partai politik bersiap menghadapi Pemilu Serentak 2024. Panggung politik tanah air sudah gaduh. Elite-elite politik mulai gemar cari perhatian.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/120122-Puan-Maharani.jpg)
Tidak tepat Menurut Kunto, sindiran-sindiran Puan masih dalam batas wajar. Ia mengatakan, mengritik lawan politik atau pejabat publik bukanlah suatu persoalan.
Apalagi, jika sentilan Ketua DPR RI itu memang ditujukan untuk Ganjar yang tidak lain merupakan kader dari partai di mana Puan menjadi salah satu petingginya.
"Maksud saya enggak offside-offside banget, komentarnya juga terkait dengan kinerja, lalu mengajak kader PDI-P, masih internal," kata dosen Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran itu.
Lain dari Kunto, Ujang menilai, gaya komunikasi Puan tidak akan berdampak baik ke dirinya. Sindiran-sindiran Puan justru berpotensi memantik respons negatif dari publik.
"Menyerang itu sesuatu yang tak baik dan itu akan membuat lawan politik menyerangnya baik," kata dia.
Ujang mencontohkan gaya politik Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Giring Ganesha yang kerap kali menyerang Gubernur DKI Anies Baswedan.
Bukannya mendulang dukungan, Giring justru kerap menuai kritik atas serangannya.
Belajar dari hal ini, menurut Ujang, komunikasi yang baik saat ini bagi Puan adalah dengan cara menaikkan elektabilitas diri alih-alih menyerang lawan politiknya.
"Puan pun bisa dibenci publik jika terus menyerang lawan politiknya," kata dia.
Siap Bawa PDI-P "Hattrick" Menang Pemilu
Puan Maharani mengajak seluruh kader PDI-P berjuang mempertahankan kemenangan PDI-P pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang.
Hal ini disampaikan Puan saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) Kantor Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI-P Wonogiri, Jawa Tengah, Selasa (26/4/2022).
“Apakah kita siap membawa PDI Perjuangan memenangkan pemilu hingga hattrick, tiga kali berturut-turut?” kata Puan kepada para kader, dikutip dari siaran pers, Rabu (27/4/2022).
Puan mengatakan, PDI-P tidak hanya ingin menjadi pemenang pemilu, tetapi juga membuka jalan untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, berdikari, dan berkepribadian dalam kebudayaan.
Oleh karena itu, Puan menekankan pentingya soliditas internal di partai berlambang banteng tersebut.