Pemberantasan Korupsi Buruk, Ketua KPK: Semua Bertanggung Jawab

Kebanyakan masyarakat menilai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia buruk. Begitulah hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI).

Editor: Lodie Tombeg
Tribunnews
Ketua KPK Firli Bahuri 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Kebanyakan masyarakat menilai kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia buruk. Begitulah hasil survei Indikator Politik Indonesia (IPI).

Berdasarkan temuan survei, 2,1 persen responden menganggap pemberantasan korupsi sangat baik dan 26 persen baik.

Kemudian, 28,5 persen sedang, 31,7 persen buruk, 6,1 persen sangat buruk, dan 5,6 persen tidak tahu dan tidak jawab.

“Soal pemberantasan korupsi, mereka yang mengatakan kondisi pemberantasan korupsi buruk atau sangat buruk lebih banyak ketimbang yang mengatakan baik atau sangat baik,” kata Direktur Eksekutif IPI Burhanuddin Muhtadi dalam konferensi pers, Selasa (26/4/2022). 

Selain itu, hasil survei juga memperlihatkan kondisi penegakkan hukum nasional. Berdasarkan hasil survei, 2,1 persen responden menganggap penegakkan hukum sangat baik.

Selanjutnya, 32,5 persen baik, 32,6 persen sedang, 25,9 persen buruk, 3,9 persen sangat buruk, dan 2,9 persen tidak tahu dan tidak jawab.

“Kondisi penegakan hukum, yang menilai baik/sangat baik berimbang dengan yang menilai sedang,” ucap Burhanuddin. 

Adapun survei ini dilakukan pada 14-19 April 2022.

Metode survei dilakukan menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden.

Sementara itu, margin of error kurang lebih sekitar 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Para responden ini diwawancara secara tatap muka langsung.

Ketua KPK: Semua Pihak Miliki Tanggung Jawab

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengatakan, pemberantasan tindak pidana korupsi merupakan tanggung jawab semua pihak.

Hal itu, disampaikan Firli dalam acara pembekalan terhadap 55 Jaksa Baru KPK di Gedung Juang Merah Putih KPK, Rabu (20/4/2022).

“Semua pihak memiliki tanggung jawab pemberantasan korupsi. KPK bersyukur karena pemberantasan korupsi berjalan efektif, sebab semua aparat penegak hukum bisa bekerja sama. In harmonia progressio, pemberantasan korupsi dengan harmoni” kata Firli, melalui keterangan tertulis, Kamis (21/4/2022).

Dalam pembekalan yang disampaikan bersama Alexander Marwata dan Nawawi Pamolango itu, Firli menyampaikan apresiasinya untuk kinerja pemberantasan korupsi oleh Kejaksaan Agung.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved