Rabu, 11 Maret 2026

Shaf Salat Tarawih di Masjid Gorontalo Mulai Berkurang, Karena Mudik atau Senggol?

Awal ramadhan jumlah jemaah terlihat membludak, bahkan ada beberapa yang harus salat di luar masjid. 

Tayang:
Penulis: Husnul Puhi |
zoom-inlihat foto Shaf Salat Tarawih di Masjid Gorontalo Mulai Berkurang, Karena Mudik atau Senggol?
TribunGOrontalo.com/Adhe
Masjid Jami Nurul Yaqien, Jalan Madura Kelurahan Liluwo Kecamatan Kota Tengah 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ada perbedaan besar antara jumlah jamaah salat Tarawih di awal ramadhan dan menjelang berakhirnya ramadhan. 

Awal ramadhan jumlah jemaah terlihat membludak, bahkan ada beberapa yang harus salat di luar masjid. 

Namun, kondisi itu berbeda ketika jelang lebaran 1443 H. Kini, shaf masjid berkurang drastis. 

Fitrie Abdul Razak, Sekertaris Ta'mirul Masjid Jami Nurul menuturkan, saat ini tersisa 7-8 shaf saja.

Padahal sebelumnya bisa mencapai 15 shaf. Sementara untuk perempuan, tersisa tiga shaf saja. 

Menurut Fitrie, kemungkinan berkurangnya jamaah di Masjid Jami Nurul Yaqien, Jalan Madura, Kelurahan Liluwo Kecamatan, Kota Tengah, Kota Gorontalo itu karena masyarakat di wilayah itu pulang mudik.

Lalu kata dia, "beberapa faktor penyebab berkurangnya jamaah di masjid, juga karena masyarakat sudah tidak rajin lagi salat di masjid," ungkap Fitrie Abd Razak yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah SDN 74 Kota Tengah.

Senada dengan itu, Sahrul Ridwan, masyarakat yang dimintai keterangannya menjelaskan, bahwa memang tidak ada yang tahu kenapa shaf masjid bisa berkurang drastis. 

Namun kata dia, pemandangan semacam itu sudah lumrah terjadi setiap ramadhan. 

“Tapi jika bisa berspekulasi, karena so muncul (adanya) Pasar Senggol. Bisa juga karena dorang (mereka) pulang kampung,” tutup dia, singkat. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved