Pemerintah Kabupaten Pohuwato

Ada Risiko Penularan Covid-19 di Pasar Senggol, Warga Pohuwato Diminta Tak Lengah

Sebab, sudah kira-kira dua tahun pasar tahunan itu tidak lagi dinikmati. Terutama sejak pandemi Covid-19 melanda.

Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Istimewa
Ilustrasi pakaian yang dijual di Pasar Senggol. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pembukaan Pasar Senggol di Pohuwato pada ramadhan 1443 H ini barangkali menjadi angin segar untuk masyarakat. 

Sebab, sudah kira-kira dua tahun pasar tahunan itu tidak lagi dinikmati. Terutama sejak pandemi Covid-19 melanda. 

Pembukaan ini sendiri menurut pemerintah setempat, karena kini kasus Covid-19 yang cenderung rendah, serta capaian vaksinasi yang mulai menanjak naik. 

Meski begitu, Bahari Gobel, Sekretaris Satgas Covid-19 Kabupaten Pohuwato meminta agar masyarakat tidak lengah. 

Belum ada jaminan untuk masyarakat tidak terpapar covid-19. 

Apalagi, Kabupaten Pohuwato masih masuk kategori daerah yang harus menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 2. 

PPKM itu berdasarkan Surat Edaran Gubernur Gorontalo nomor 360/BPBD/390/IV/2022 tentang instruksi Menteri Dalam Negeri RI nomor 21 tahun 2022 di Provinsi Gorontalo. Status PPKM level 2 berlaku sejak 12 April hingga 25 April 2022.

“PPKM level 2 tetap berlaku. Ada gerai vaksin juga di pasar, pedagang juga wajib vaksin, kesepakatan begitu,” kata Bahari Gobel belum lama ini. 

Karena itu, pihaknya pun menyediakan gerai vaksinasi di pasar yang berpotensi menimbulkan kerumunan itu. Terlebih kini capaian vaksinasi di daerah berjulukan Bumi Panua itu belum 100 persen. 

“Pelaksanaan vaksin jalan terus. Dan protkes selalu kita ingatkan. Untuk vaksinasi setiap saat meningkat meski sedikit demi sedikit,” ucap dia. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved