Masalah Belanja Online Paling Banyak Diadukan Warga Gorontalo ke YLKI
Heriyanto Puluhulawa, Ketua YLKI Gorontalo menyebut, angka aduan itu mendominasi angka kasus finance serta hak tanggungan atau bank.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Konsumen-belanja.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Sedikitnya ada 101 aduan kasus tentang belanja online diadukan oleh warga Gorontalo ke Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI).
Heriyanto Puluhulawa, Ketua YLKI Gorontalo menyebut, angka aduan itu mendominasi angka kasus finance serta hak tanggungan atau bank.
Sebetulnya secara keseluruhan kata dia, pihaknya menerima 642 laporan pengaduan.
Ia merincikan, toko online yang paling sering diadukan yakni Lazada dengan 18 aduan, Akulaku 14 aduan, Tokopedia 11 aduan.
Kemudian, Bukalapak 9 aduan, Shopee 7 aduan, Blibli.com 5 aduan, JD.ID 4 aduan, dan Elevenia dengan 3 aduan.
Aduan itu meliputi pesanan barang yang belum sampai, cacat produk, sulitnya proses pengembalian barang, hingga proses refund atau pengembalian uang.
Ia pun meminta, konsumen melaporkan jika ada pelayanan yang tidak sesuai di tempat perbelanjaan.
"Konsumen Indonesia masih banyak yang takut mengadu jika ada pelayanan yang tidak sesuai, harusnya konsumen jangan takut," tuturnya.
Karena itu, pada nHari Konsumen Nasional diperingati setiap 20 April , pihaknya segera turun sidak ke alfamart dan indomaret.
Kata dia, pihaknya akan memastikan di bulan suci ramadhan ini warga Gorontalo mendapatkan pelayanan yang prima.
Selain itu, sebagai bentuk perlindungan kepada konsumen, pihaknya melakukan pemantauan barang-barang kadaluarsa di supermarket ataupun toko tradisional.
“Sebab banyak konsumen yang mengadu banyaknya telur busuk yang diperjualbelikan di waralaba yang ada di Gorontalo,” tegas dia. (*)