Penyelundupan Sabu di Gorontalo
Ini Enam Efek Sabu pada Manusia: Merusak Mental hingga Jantung
J dan LH ditangkap dalam upaya menyelundupkan narkoba ke Gorontalo. Narkoba jenis sabu itu dikemas dalam 28 paket kecil atau saset.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/220422-sabu-28.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - J dan LH ditangkap dalam upaya menyelundupkan narkoba ke Gorontalo. Narkoba jenis sabu itu dikemas dalam 28 paket kecil atau saset.
Aksi keduanya diendus otoritas Pelabuhan Gorontalo. Polsek Kawasan Pelabuhan Gorontalo (KPG) menggagalkan penyelundupan barang haram itu pada Kamis (21/4/2022).
Lalu, apa yang terjadi ada tubuh saat kita mengonsumsi sabu? Obat terlarang ini biasanya digunakan dengan cara dijadikan rokok, ditelan sebagai pil, disuntikkan, atau diisap melalui hidung.
Obat ini memang bisa meningkatkan jumlah dopamin di otak. Dopamin merupakan hormon yang memicu rasa bahagia, semangat, dan energi.
Karena itu, orang yang mengonsumsi sabu bisa merasa bahagia atau bersemangat, yang dikenal dengan sensasi "tinggi".
Namun, efek tersebut akan memudar dengan cepat. Karena itu, banyak orang menggunakannya dalam dosis tinggi.
Ketika diminum, sabu akan memberikan efek kebahagiaan dan bersemangat sehingga seseorang bisa merasa berenergi.
Namun, efek tersebut hanya berjalan sementara, Ketika efeknya hilang, orang yang mengonsumsinya bisa mengalami gangguan fisik dan mental.
Obat ini juga bisa memicu gangguan tidur, hiperaktif, mual, delusi kekuasaan, peningkatan agresivitas, dan emosi yang tak terkontrol.
Sabu juga bisa memicu insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, dan paranoia. Dalam beberapa kasus, penggunaan obat terlarang ini dapat menyebabkan kejang hingga kematian.
Dalam jangka panjang, penggunaan sabu dapat menyebabkan kerusakan permanen, seperti peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
Bahkan, penggunaan sabu juga bisa memicu kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung tidak teratur, yang pada gilirannya dapat menyebabkan gagal jantung, kerusakan hati, ginjal, dan paru-paru.
Pengguna sabu juga bisa mengalami kerusakan otak, termasuk kehilangan memori dan daya pikir.
Pengguna sabu juga bisa mengalami kecanduan karena sensasi "tinggi" setelah penggunaan obat ini akan langsung bereaksi dan menghilang dengan cepat.
Jika tdak mendapatkan asupan sabu, mereka bisa mengalami kesenjangan memori dan perubahan suasana hati yang ekstrem.
Melihat efek negatifnya yang sangat besar, sebaiknya kita jangan sesekali mencoba sabu. Sekali mencobanya, kita bisa mengalami kecanduan dan akan sulit untuk terlepas dari narkotika ini.
Rusak Mental hingga Organ
Survei Badan Narkotika Nasional (BNN) beberapa tahun silam, sabu menduduki peringkat kedua sebagai narkoba yang paling banyak dikonsumsi di Indonesia.
Efek sabu dapat dirasakan dengan berbagai cara, misalnya dikonsumsi lewat mulut, dihirup, dihisap dalam bentuk rokok, hingga dilarutkan untuk disuntikkan ke dalam tubuh.
Narkoba yang punya nama lain metamfetamin ini berbentuk kristal mirip gula dan berpengaruh kuat terhadap saraf. Dikutip dari KlikDokter, berikut ini adalah beberapa efek bahaya sabu bagi kesehatan.
1. Kecanduan
Efek candu disebabkan saraf otak yang terpengaruh zat tertentu. Otak akan mengeluarkan dopamin (hormon pengendali emosi), terutama di area yang berhubungan dengan reward. Efek inilah yang akhirnya membuat kecanduan.
2. Terjerat utang
Pengguna sabu akan terus-menerus berusaha untuk mendapatkan benda terlarang, sekalipun harganya sangat mahal dan menguras tabungan. Hal ini pada akhirnya bisa menurunkan tingkat kesejahteraan ekonomi penggunanya. Karena narkoba juga pengguna bisa terjerat utang tinggi bahkan berisiko menimbulkan tindak kriminal lain.
3. Infeksi HIV/AIDS
Satu cara mendapatkan efek sabu adalah dengan menyuntikkannya. Di sisi lain, hal ini juga akan meningkatkan risiko terkena penyakit infeksi berbahaya, seperti hepatitis A atau hepatitis C hingga HIV/AIDS.
4. Kelainan fungsi otak
Dampak buruk dalam jangka pendek, di antaranya nafsu makan berkurang, berat badan menurun drastis, insomnia, memicu perilaku hiperaktif, napas lebih cepat dan pendek-pendek, detak jantung lebih cepat dan tidak teratur hingga tekanan darah dan suhu tubuh meningkat.
Efek jangka panjang yang bisa timbul adalah gizi buruk, kerusakan gigi, kelainan struktur dan fungsi otak, kehilangan memori (amnesia), kebingungan (linglung), gatal parah hingga timbul luka karena terus-menerus digaruk.
5. Cemas dan paranoid
Ketika seseorang sudah ketergantungan, sejumlah masalah psikis yang bisa timbul sebagai dampak buruk sabu adalah gangguan kecemasan, paranoid, tidak bisa membedakan kenyataan dan imajinasi sering berlaku kasar dan agresif. Jika tidak ada yang menahan, hal ini bisa berujung pada tindak kejahatan
Efek sabu seperti lingkaran setan, gangguan yang disebutkan di atas bisa terjadi ketika penggunanya menghentikan pemakaian sabu secara mendadak atau menurunkan dosisnya secara drastis (sakau).
6. Serangan jantung dan stroke
Ada kalanya pengguna sabu merasa dosis yang biasa tidak mempan lagi di tubuh mereka. Alhasil, mereka menelan banyak obat terlarang tersebut demi mendapatkan efek yang maksimal, sekalipun berisiko overdosis. Overdosis sabu dapat menyebabkan serangan jantung, stoke, ataupun gangguan pada organ lain hingga menimbulkan kematian. Jika sedari awal pecandu sudah memiliki masalah kesehatan, efek samping sabu yang satu ini bisa dialami lebih cepat. (*)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jangan Sesekali Mencobanya, Ini Bahaya Sabu pada Tubuh"