Rindu Gorontalo, Mahasiswa di Yogyakarta Akan Mudik Bareng

Namun, meski menggunakan jalur laut jauh lebih murah, sejumlah mahasiswa ini menolak dan justru memilih jalur udara. Alasannya ...

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Potret Bandara Hasanuddin Makassar, Sulawesi Utara. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Karena rindu kampung halaman terlebih jelang lebaran, Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) Yogyakarta, berencana mudik bareng. 

Namun, meski menggunakan jalur laut jauh lebih murah, sejumlah mahasiswa ini menolak dan justru memilih jalur udara. Alasannya karena jalur udara lebih cepat daripada laut. 

Rahmat Talila Ketua HPMIG Yogyakarta saat dihubungi via telepon menjelaskan, sejumlah mahasiswa juga sebetulnya sudah mudik lebih dulu. 

"Kami mengadakan mudik bareng melewati jalur udara, namun tidak langsung serentak, karena ada beberapa mahasiswa yang sudah balik terlebih dahulu," ungkap Rahmat, Jumat (15/4/2022).

Secara teknis, Mahasiswa Universitas Teknologi Yogyakarta Jurusan Perencanaan Wilayah Tata Kota itu menjelaskan, mudik tahun ini dibagi dua jalur pemberangkatan. Ada yang melewati jalur bandar udara Juanda Surabaya, dan jalur Bandar Udara Internasional Yogyakarta.

Diperkirakan, pemudik yang berangkat dari jalur Surabaya estimasi  waktu kedatangan ke Gorontalo lebih cepat dibanding berangkat  dari Yogyakarta. 

Selain itu juga berangkat dari Surabaya tergolong lebih murah biaya tiket pesawatnya.

"Kebanyakan teman-teman berangkat melalui Surabaya, karena tiket dari daerah itu lebih murah, contohnya pesawat Lion air dengan harga 1,7 jutaan, sedangkan  lewat Yogyakarta berada di kisaran 2,4 jutaan," jelas Pria berumur 22 tahun ini.

Sayangnya, ada sejumlah mahasiswa yang tidak bisa pulang karena tak memiliki biaya. Lagian, ada juga yang ternyata telah bekerja di Yogyakarta. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved