PEMPROV GORONTALO
Provinsi Gorontalo Produksi 35.197 Ton Sampah Per tahun
Dari beberapa sumber penyumpang sampah di Talumelito, bisa dijumlahkan, ada setidaknya 35.197 Ton sampah Per tahun.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Provinsi Gorontalo menghasilkan 35.197 Ton sampah, selang Januari hingga Desember 2021.
Volume sampah pada 2021 itu, diperoleh dari beberapa sumber penghasil sampah yang bekerja sama dengan TPA Talumelito, diantaranya, Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Bone Bolango, Polda Gorontalo, Bank Indonesia, Desa Lupoyo hingga Perumahan Tenggela.
Marten Jusuf mengatakan, dari sekian yang bekerja sama dengan UPTD TPA Talumelito, Kota Gorontalo, penyumbang sampah terbanyak dalam setahun terakhir ini, terdapat 24.515 Ton Volume sampah yang dihasilkan dengan pembayaran jasa senilai 1.339.437.019 Ribu Rupiah.
Sumber sampah berikutnya berasal dari Kabupaten Gorontalo dengan Volume sampah, 7.421 Ton pertahunnya dengan pembayaran sebesar 405.451.222 Ribu Rupiah.
Sementara, sampah dihasilkan Bone Bolango, dalam setahun berkisar 2.820 Ton dengan jumlah pembayaran selama setahun sebesar 154.054.191.
Baca juga: Kota Gorontalo Penyumbang Sampah Terbesar
Sedangkan Polda Gorontalo, menghasilkan sampah berjumlah 0.243 ton per tahun. Total pembayaran pertahunnya mencapai 13.262.227.
Marten menjelaskan, volume sampah yang dihasilkan Bank Indonesia juga tidak terbilang sedikit, dalam setahun mampu menyumbangkan 0.021 Ton pertahun dengan jumlah pembayaran ke TPA mencapai Rp 1.144.557.000.
Ia menambahkan, sampah yang di kelola TPA Talumelito berasal dari Desa Lupoyo sebesar 0.063 Ton, pembayaran sebesar 3.623.473 Ribu Rupiah.
Sampah yang berasal dari Perumahan Tenggela Kabupaten Gorontalo, memiliki Volume 0.115 Ton per tahun dengan pembayaran sebesar 6.965.728.
“Dari begitu banyak sampah yang diperoleh antar wilayah, Kota Gorontalo pada posisi pertama penyumbang sampah ke TPA Talumelito selamat 2021, dan Kabupaten Gorontalo berada pada peringkat dua, “ jelasnya.
Padahal kata dia, jika menggunakan pola sirkuler justru lebih baik. Sebab pola ini sangat jelas menekan jumlah sampah dan dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Karena dalam pola ini, sampah sudah terpilah sebelum di antar ke TPA.
Ia melanjutkan, jika diolah dengan baik, tentu ini akan memberi manfaat positif.
Misalnya, sampah pelastik dapat di daur ulang dan dapat dijadikan kerjinan tangan, serta bisa dipasarkan oleh pelaku UKM. Sementara sampah rumah tangga, dapat diolah menjadi kompos, yang bisa dijadikan pupuk untuk petani.
Kemudian, apabila semua menerapkan pola sirkuler, dibandingkan pola linea, Marten yakin dan percaya, anggaran APBD untuk penanganan sampah akan terkurangi dan sampah penampungan talumelito akan lebih baik. Sebab semua sudah terpilah secara baik.
Dari beberapa sumber penyumpang sampah di Talumelito, bisa dijumlahkan, ada setidaknya 35.197 Ton sampah Per tahun dan ada sebanyak 1.923.938.417 Ribu Rupiah Anggaran yang masuk di kas Daerah Provinsi Gorontalo. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Sampah-di-TPA-Talumelito-ada-setidaknya-35197-Ton-sampah-Per-tahun.jpg)