Menikmati Ilabulo saat Buka Puasa di Gorontalo

Ilabulo berbahan dasar tepung sagu yang dicampur daging ayam serta jeroannya. Beberapa ada yang bahkan menambahkan telur ayam serta hati ampela. 

Penulis: M Husnul Jawahir Puhi | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/Adhe
Ilabulo bakar yang dijual di Gorontalo. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Ilabulo adalah makanan favorit warga Gorontalo. Cara memasaknya menggunakan cara pepes atau pais, yakni dibungkus menggunakan daun pisang. 

Ilabulo berbahan dasar tepung sagu yang dicampur daging ayam serta jeroannya. Beberapa ada yang bahkan menambahkan telur ayam serta hati ampela. 

Ilabulo memiliki rasa yang gurih serta pedas. Rasa gurihnya berasal dari daging ayam dan hati ampela. Sementara rasa pedas meman adalah selera warga Gorontalo yang menyukai rasa pedas. 

Ada dua cara membuat Ilabulo, yakni dikukus dan dibakar. Untuk hal tersebut, memang menyesuaikan dengan selera masing-masing orang.

Karena itu, pedagang Ilabulo di Gorontalo terbagi dua. Ada pedagang yang menjual Ilabulo yang dikukus, dan ada pula yang dibakar. 

Dari pantauan TribunGorontalo.com, Ilabulo yang sistemnya dimasak memang lebih mudah ditemui. Sebab, pedagangnya biasa memasak di depan rumah. Asap yang mengepul menjadi pertanda. 

Sejumlah tempat di pusat Kota Gorontalo yang menjual Ilabulo bakar di antaranya di Jalan Nani Wartabone, Kota Gorontalo. Juga ada di Jalan Diponegoro, Kota Gorontalo. 

Harga Ilabulo bervariasi tergantung kandungannya. Namun kisarannya berada di Rp 3 ribu hingga Rp 10 ribu. 

Ilabulo menjadi salah satu makanan yang dijadikan menu andalan buka puasa. 

Namun, Anda harus berhati-hati mengonsumsi Ilabulo yang memiliki rasa pedas saat buka puasa. Sebab bisa berakibat fatal untuk pencernaan. Terlebih jika tidak biasa makan makanan pedas. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved