Minyak Goreng Gorontalo

Minyak Goreng di Gorontalo Melimpah, Tapi Mahal

Sebab, setelah kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu, masalah selanjutnya adalah meningkatnya harga minyak goreng. 

TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Seorang warga tengah memilih minyak goreng di toko. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Pemerintah telah menjamin stok minyak goreng di Gorontalo berada di jumlah aman. Namun itu saja tidak menyelesaikan masalahnya. 

Sebab, setelah kelangkaan minyak goreng yang terjadi beberapa waktu lalu, masalah selanjutnya adalah meningkatnya harga minyak goreng. 

Pantauan harga minyak curah di Pasar Sentral, Kota Gorontalo misalnya berada di angka Rp 27 ribu per liter.

Walaupun memang harga tersebut berbeda di tiap penjual, namun harganya tetap saja berada di atas harga Rp 20 ribuan. 

Karena itu, tidak jarang masyarakat mengeluhkan hal tersebut. Terutama ibu rumah tangga (IRT) yang memang kaum paling membutuhkan minyak goreng. Ataupun para pengusaha kecil mikro menengang (UMKM) yang menjual produk gorengan. 

Seorang pedagang yang kerap disapa Haji Agus di Pasar Sentral Kota Gorontalo menjelaskan, bahwa pihaknya menjual minyak goreng sesuai harga yang didapatkan di distributor. 

Ia mengaku menjual minyak goreng 1,5 kilogram atau 1,2 liter di angka Rp 39 ribu. Untuk ukuran per 600 milliliter (ml) dijual di harga Rp 16 ribu.

Menurutnya, harga minyak goreng curah yang ia dapatkan dari distributor dipatok di harga Rp 535 ribu per jeriken. Jika dibagi per liter, satu jeriken bisa mencapai 22 liter.

Artinya, satu liter didapatkan dengan harga sekitar Rp 24 ribu. Praktis, ia pun mengaku tidak bisa menyamakan harga yang dijual ke masyarakat dengan harga distributor. Mestinya diecer di harga yang lebih menguntungkan. 

"Saya membeli per gelongnya (jeriken) itu sudah sampai Rp530 ribu, ditambah saya harus membayar kuli angkat Rp 5 ribu jadi totalnya Rp535 ribu," ucap Agus.

Meski begitu, ia mengaku sudah sejak 30 tahun berjualan, baru tahun ini merasakan bagaimana mahalnya minyak goreng. Tentu kata dia juga banyak yang mengeluh karena harganya dipatok tinggi. 

“Namun kita mau bagaimana, kita juga mendapatkannya dengan harga segitu,” tegasnya. 

Agus mengaku, mengurangi pembelian minyak goreng. Sebab selain harganya mahal, banyak masyarakat yang mengeluh.

Kendati, pada beberapa waktu lalu, Rusli Habibie, Gubernur Gorontalo mendistribusikan sebanyak 10 ribu liter minyak goreng curah ke Kecamatan Tibawa, Kabupaten Gorontalo. 

Ribuan liter minyak itu dijual ke pedagang, pengecer, toko dan warung seharga Rp 13 ribu per liter dan dijual ke warga dengan harga Rp 14 ribu per liter. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved