Breaking News:

Harga Ayam Kampung di Gorontalo Melonjak Hingga Rp 140 Ribu

Adam Asuge, seorang pedagang di Pasar Jembatan Jodoh ditemui sore tadi, Jumat (1/3/2022) mengungkapkan, harga yang dijajakan di emperan pasar itu harg

Penulis: Risman Taharuddin | Editor: Wawan Akuba
TribunGorontalo.com/WawanAkuba
Ayam di Pasar Gorontalo.TribunGorontalo/WawanAkuba 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Jelang sahur perdana di Bulan Suci Ramadhan ke 1443 Hijriah, Harga ayam kampung di Kota Gorontalo naik tajam.

Adam Asuge, seorang pedagang di Pasar Jembatan Jodoh ditemui sore tadi, Jumat (1/3/2022) mengungkapkan, harga yang dijajakan di emperan pasar itu harganya bervariasi. 

"Harga ayam tergantung ukuran dan umurnya," tutur Adam.

Lanjut Adam, harga ayam kampung usia tiga bulanan harganya dipatok di harga Rp 100 ribu hingga Rp 120 ribu. Padahal, ayam ukuran yang sama sebelum menjelang Ramadhan, dipatok dengan harga Rp 40 ribu.

Sementara ayam kampung dengan bobot besar dipatok dengan harga Rp 140 - Rp 150 ribu. Rata-rata ayam kampung ini berbobot 1 kilogram itu sebelumnya dihargai 70 ribu. 

Pria Paruh Baya itu juga menuturkan, ayam yang dijajakan adalah hasil dari pembeliannya di tiap pasar tradisional dan dikumpulkan kembali di rumah pribadinya di Desa Ilotidea, Kecamatan Tilango, Kabupaten Gorontalo.

"Ayam-ayam yang saya jual hari ini sekitar 80 ekor dan bukan hasil ternak saya. Tapi ayam-ayam ini saya beli dari pasar juga, kemudian saya jual kembali saat menjelang puasa,"jelasnya.

Dirinya juga mengatakan, sejak pagi petang ia dan istri sudah mempersiapkan lapak ayamnya yang berada di halaman warga.

"Mulai pagi Pukul 07.00 hingga pukul 09.00 Wita saya jualan bersama istri di halaman warga yang saya kontrak. jika tak terjual semua, maka saya akan jual kembali besok pagi hingga semua terjualkan," jelasnya.(*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved