Seniman Gorontalo

Alumnus Penjaskes Ini Terjun Jadi Seniman Lukis Kaca, Ini Karyanya

Arfan Musa seorang alumnus Penjaskes Universitas Negeri Gorontalo (UNG)

Penulis: Husnul Puhi |
TribunGorontalo.com/Ist
Karya Arfan Musa, seorang alumnus Penjaskes Universitas Negeri Gorontalo (UNG) yang terjun menjadi seorang seniman lukis kaca. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Arfan Musa seorang alumnus Penjaskes Universitas Negeri Gorontalo (UNG), terjun menjadi seorang seniman lukis kaca. Kepada TribunGorontalo.com, ia menceritakan bagaimana bisa terjun menjadi seniman tersebut. 

Awalnya pada 2017 silam. Saat itu ia mencoba-coba untuk membuat sebuah lukisan. Ia memilih kaca, karena merasa tertantang. Di tahun tersebut itu juga, ia lantas mulai mempromosikan karyanya. 

Masa yang ia sebut sebagai ‘masa perkenalan’ itu ia jalani hingga 2018. 

"Awal tahun 2017 sampai akhir 2018 saya itu masih di tahap perkenalan karya. Nah awal mula para konsumen mulai melirik dan membeli karya saya pada Februari 2019," ujar Arpan siang tadi, Kamis (31/3/2022).

Ia menyebut karyanya sebagai Pedok Grinder Craft. Karya milik pria berdomisili di Siendeng, Kelurahan Hulontalangi, Kota Gorontalo ini kebanyakan dipesan untuk hadiah ulang tahun. Juga, ada pesanan sebagai mahar pernikahan. 

Rata-rata kata Arfan, ia mampu menyelesaikan satu pesanan dalam dua minggu. Karena itu, pemesanan memang menggunakan sistem Pre Order. 

Beberapa kota yang kini melirik pesanan Arfan di antaranya Surabaya, Palu, Makassar, dan lokal Gorontalo. 

"Selama saya memposting lukisan kaca di media sosial, ada beberapa yang memesan dari luar Kota Gorontalo, seperti Surabaya, Palu, Makassar,” ungkap Arfan.

Pria yang kini berusia kepala dua itu menceritakan, seorang warga Surabaya pernah memuji karyanya. Saat itu memang, ia sempat melukis wajah BJ Habibie, mantan Presiden RI. 

“Untuk harganya saya kasih sebanyak Rp 300 ribu," lanjut pria berkulit sawo matang itu. 

Sebetulnya menurut Arfan, minat ia melukis dari kaca karena waktu itu sering melihat lukisan yang diberi bingkai kaca. 

"Saya lebih memilih media kaca, karena media ini masih jarang, bahkan tidak ada di Gorontalo, dan mungkin hanya saya sendiri yang melukis gambar di atas kaca, kalau melukis di kanvas kemungkinan sudah banyak," tutup Arpan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved