Batu Hitam Gorontalo

Idris Rahim Ultimatum Pemkab Bone Bolango: Dua Minggu Selesaikan Polemik Batu Hitam

Idris menegaskan hal itu setelah menutup diskusi penyamaan persepsi (Focus Group Discussion/FGD) Diskusi Penyatuan Persepsi

TribunGorontalo.com/Ist
Wakil Gubernur Gorontalo, Idris Rahim. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo memberikan waktu dua minggu untuk Pemkab Bone Bolango menyelesaikan polemik pertambangan batu hitam di Suwawa.

Idris menegaskan hal itu setelah menutup diskusi penyamaan persepsi (Focus Group Discussion/FGD) Diskusi Penyatuan Persepsi Penanganan Komoditi Batu Hitam (Black Stone) dalam Perspektif Hukum Terkait Keselamatan dan Keamanan Pelayaran, Rabu (30/3/2022) di Maqna Hotel, Jalan Sultan Botutihe, Heledulaa Selatan, Kota Timur, Kota Gorontalo. 

“Waktunya ini saya minta (polemik) ini bisa tuntas dalam dua minggu. Yang pertama saya minta koperasi yang sudah dibentuk Sekda (Bone Bolango) itu nanti bisa bersama menyusun persyaratan yang menyangkut legalnya penangananan batu hitam ini,” ungkap Idris yang lantas disambut tepuk tangan dari para peserta FGD. 

Ia pun meminta dalam satu minggu ini juga koperasi dan BUMD setempat bisa segera bergerak mengurus persyaratan legalitas batu hitam. Sebab, persyaratan itu mesti segera dibawa ke pemerintah pusat. 

Secara pribadi melihat, terlebih mendengar pemaparan sejumlah pihak, percaya bahwa polemik batu hitam ini hanya persoalan waktu saja. “Nanti sekda bupati pemprov akan sama-sama ke Jakarta mengurus semua persyaratan ini,” tegas Idris.  

Tujuan FGD ini kata Idris sebetulnya adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, ia tidak mau persoalan ini terus berpolemik. 

Para pihak kata dia harus terus berupaya agar legalitas transaksi jual beli batu hita ini bisa segera dilakukan. 

“Saya harapkan sekali lagi Forkopimda Bone Bolango duduk bersama rapat dan dihadiri oleh semua yang hadir di tempat ini,” 

Menutup pernyataanya, Idris minta masyarakat tetap tenang, terlebih memasuki bulan suci ramadhan. Ia meminta agar aksi demonstrasi tidak perlu lagi dilakukan. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved