Selasa, 7 April 2026

Marten Taha Ikut Ujian Doktor, Ini Judul Disertasinya

Sidang yang digelar secara hybrid dan disiarkan langsung melalui facebook itu, dibuka oleh Armin Arsyad, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik

Tayang:
zoom-inlihat foto Marten Taha Ikut Ujian Doktor, Ini Judul Disertasinya
TribunGorontalo.com/Fb
Marten Taha, Wali Kota Gorontalo sedang mempresentasikan disertasinya. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo – Marten Taha, Wali Kota Gorontalo mengikuti sidang ujian promosi doktor bidang antropologi, Senin (28/3/2022) di Aula Universitas Hasanuddin, Makassar, Sulawesi Selatan.

Disertasinya berjudul “Implementasi Program Kartu Sejahtera di Kota Gorontalo”. Sebuah pendekatan antropologi kebijakan publik. 

Sidang yang digelar secara hybrid dan disiarkan langsung melalui facebook itu, dibuka oleh Armin Arsyad, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unhas. Pria bergelar profesor ini juga sekaligus menjadi pimpinan sidang ujian. 

Kepada peserta sidang, Marten menjelaskan latar belakang ia mengambil judul disertasi tersebut karena melihat fenomena pengangguran.

 Saat ini, angka pengangguran tamatan pendidikan SMA, SMK, dan perguruan tinggi, masih tinggi. 

Fakta itu mengartikan, bahwa serapan tenaga kerja di Kota Gorontalo masih rendah. Selain itu, angka partisipasi sekolah juga masih rendah. 

Lalu, garis kemiskinan dan persentasi penduduk miskin masih tinggi. 

“Dengan jumlah 5,73 persen,  sehingga dirumuskan lah program ini yang diharapkan mampu mengatasi persoalan-persoalan tersebut. Yang disebut dengan kartu sejahtera, yang bahasa politisnya program gratis lahir sampai mati,” ungkap Marten. 

Menurut Marten, semua masyarakat menginginkan kehidupan yang sejahtera. Namun, tidak semua manusia itu mampu mewujudkannya. Ada yang mesti dibantu. 

Dalam hal inilah, ia membantu kesejahteraan itu melalui program kartu sejahtera. 

Sejumlah tujuan yang dirumuskan Marten adalah, menganalisis dan menjustifikasi kebijakan pelaksanaan program unggulan kartu sejahtera. 

Lalu, menganalisis respon masyarakat, terhadap pelaksanaan program unggulan kartu sejahtera. 

“Menganalisis dan menjustifikasi pencapaian kesejahteraan masyarakat Kota Gorontalo,” 

Dan menemukan serta mengkonstruksi teori tentang hambatan dan tantangan implementasi program tersebut. 

Adapun sejumlah tokoh yang hadir dalam sidang itu, di antaranya Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Eduart Wolok dan Kepala LPM Kota Gorontalo.

Selain itu, hadir melalui zoom sebagai penguji eksternal adalah Zudan Arif Fakrulloh. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved