Selasa, 17 Maret 2026

Idris Rahim: Kebiasaan Gorontalo Baru Menyediakan Payung Padahal Sudah Tiga Hari Air Naik

Karena itu, ia meminta agar para pihak terus gerak cepat dalam mengantisipasi bencana. Sebab, masih banyak hal yang perlu dilakukan.

Tayang:
zoom-inlihat foto Idris Rahim: Kebiasaan Gorontalo Baru Menyediakan Payung Padahal Sudah Tiga Hari Air Naik
TribunGorontalo.com/Ist
Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim memberikan sambutan pada rapat koordinasi Search And Rescue (SAR) Daerah tahun 2022, bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Senin (28/3/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Idris Rahim, Wakil Gubernur Gorontalo menyentil respon para pihak terhadap bencana di Gorontalo. Kata dia, pemerintah kadang lambat dalam mengambil kebijakan. 

“Biasanya kita yang di Gorontalo ini baru menyediakan payung padahal sudah tiga hari air sudah naik di dalam rumah kita,” ungkap Idris saat membuka rapat koordinasi Search And Rescue (SAR) Daerah tahun 2022, bertempat di Hotel Grand Q Kota Gorontalo, Senin (28/3/2022).

Karena itu, ia meminta agar para pihak terus gerak cepat dalam mengantisipasi bencana. Sebab, masih banyak hal yang perlu dilakukan. Ia meminta agar 40 peserta yang mengikuti pelatihan potensi SAR saat itu, untuk tidak berhenti berlatih. 

“Karena bencana akan membuat semua yang sudah dibangun akan rusak dan membahayakan manusia,” tegas Idris. 

Selanjutnya, Idris yang datang mewakili Rusli Habibie Gubernur Gorontalo, mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Apalagi rapat itu untuk meningkatkan koordinasi baik antar potensi SAR serta instansi atau pemangku kepentingan terkait lainnya.

Kata Idris, kunci keberhasilan operasi SAR terletak pada hubungan yang baik dan harmonis antara Basarnas, TNI, Polri, pemerintah daerah, masyarakat maupun organisasi potensi SAR. 

Menurutnya, operasi SAR akan berhasil jika didukung oleh perencanaan yang cermat dan komprehensif dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 22 Tahun 2017 tentang pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan yang merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang pencarian dan pertolongan.

Provinsi Gorontalo merupakan salah satu wilayah yang luas lautan lebih luas dari daratannya. 

Tentunya ini merupakan tantangan tersendiri bagi seluruh insan yang mengabdi pada tugas kemanusiaan utamanya dalam penyediaan sarana dan prasarana yang memadai.

Karena itu, wagub dua periode itu berharap acara ini tidak hanya bersifat seremonial, namun dapat melahirkan rekomendasi yang harus dilakukan ketika terjadi bencana.

Rakor dan pelatihan potensi SAR diikuti oleh 40 peserta utusan dari instansi pemerintah daerah, TNI, Polri, dan organisasi potensi SAR di Provinsi Gorontalo. Turut hadir dalam kesempatan itu, Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI Wurjanto, Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Danrem 133 Nani Wartabone, Karo Ops Polda Gorontalo, Danlanal Gorontalo serta Kepala BMKG Provinsi Gorontalo. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved