Banjir Gorontalo
Air Kiriman Gunung Kapur Menggenangi Permukiman Tenilo
Warga yang bermukim di kelurahan Tenilo berbondong-bondong menutup area depan rumah mereka,air yang mengalir dari gunung tidak masuk ke halaman rumah
Penulis: Husnul Puhi |
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Banjir-Bandang.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Banjir bandang terjadi di Jalan Kancil, Kelurahan Tenilo, Kecamatan Kota Barat, Kota Gorontalo. Banjir yang datang tiba-tiba itu sempat membuat warga panik.
Diketahui, sungai dari gunung kapur di belakang permukiman warga menjadi penyebab banjir bandang tersebut.
"Setiap hari hujan, setiap hari juga kita kena banjir seperti ini. Banjir ini di karenakan air yang dari gunung mengalir ke sini," ungkap warga Tenilo kepada TribunGorontalo.com, Minggu (20/4/2022).
Dari pantauan jurnalis TribunGorontalo.com, warga yang bermukim di kelurahan tersebut berbondong-bondong menutup area depan rumah mereka. Agar air yang mengalir dari gunung tidak masuk ke halaman.
Kota Gorontalo dalam tiga hari terakhir memang diguyur hujan deras, mulai dari siang hingga malam hari.
Ruas jalan yang tergenang banjir di kawasan ini terpantau sepanjang 500 meter, tepatnya dari ujung Jalan Kancil hingga perbatasan jalan menuju Lapas Donggala. Namun banjir belum sampai ke Lapas Donggala.
"Hanya di depan halaman lapas saja yang tergenang air. Untuk di dalam lapas belum ada air yang masuk," ujar warga Dunggala.
Kondisi cuaca di sebagian wilayah Gorontalo memang dalam satu minggu belakangan ini, menurut hasil analisis BMKG menunjukkan, bahwa kondisi dinamika atmosfer yang tidak stabil potensi pertumbuhan awan hujan di beberapa wilayah Gorontalo.
Kondisi tersebut diperkuat oleh aktifnya fenomena Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Rossby Ekuatorial, dan gelombang Kelvin.
Selain itu, terbentuknya belokan maupun pertemuan dan perlambatan kecepatan angin (konvergensi) mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan.
Berdasarkan analisis terhadap perkembangan dinamika atmosfer tersebut, potensi cuaca ekstrem dan curah hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di Gorontalo. (*)