Ancelotti: El Clasico Adalah Final
Pelatih asal Italia itu percaya, kemenangan atas rival sengit mereka dapat menempatkan gelar (LaLiga) hampir di tangan Real Madrid.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Carletto.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Pelatih Real Madrid Carlo Ancelotti menilai El Clasico, Senin (21/3/2022) dini hari merupakan pertandingan yang sangat penting bagi Real Madrid.
Menurutnya hasil itu akan berdampak langsung pada perburuan gelar.
Namun Carletto telah menjelaskan pada para pemainnya, pertemuan dengan Barcelona adalah final seperti laga lainnya.
Los Blancos saat ini memiliki keunggulan 15 poin atas Blaugrana, yang menjalani musim transisi setelah kepergian Lionel Messi.
Pelatih asal Italia itu percaya, kemenangan atas rival sengit mereka dapat menempatkan gelar (LaLiga) hampir di tangan Real Madrid.
"Ini akan mengirim pesan ke tim lain di sekitar mereka, bahwa Los Merengues adalah tim terkuat dan tidak akan mengorbankan poin untuk membantu kampanye Liga Champions mereka," tegas Don Carletto.
Don Carlo ingin timnya tak memberi celah bagi Barcelona. Terutama dengan jumlah pertandingan yang akan dimainkan Los Blancos, tentu membutuhkan manajemen skuad yang hati-hati dari pelatih berambut putih itu. Sebab bisa saja tim lain akan menyelip mereka.
Mantan pelatih AC Milan sangat ingin berada di posisi sekuat mungkin sebelum itu terjadi, terutama dengan pertandingan liga melawan Sevilla yang akan berlangsung di antara dua pertandingan melawan Chelsea di perempat final Liga Champions.
Menelaah ketidakhadiran Ferland Mendy dan ketidakpastian atas kebugaran Karim Benzema, Ancelotti cukup tenang menyikapi pertandingan ini. Baginya Real Madrid dalam posisi yang sangat tenang saat ini.
Krisis cidera Februari lalu telah menghilang. Menurutnya para pemain mulai mencapai performa terbaiknya, terutama Vinicius Jr yang akhir-akhir ini menjadi sensasional.
“Para pemain muda banyak membantu kami dalam aspek ini, terutama di lini tengah,” kata dia.
Carletto mengungkapkan, manajemennya tidak memiliki egoisme melainkan sebuah tim. Semua itu dibuktikan setelah mengalahkan PSG, semua pemain dan mitra menggelar makan malam bersama. (*)