Gorontalo Produksi 234,39 Tibu Ton Gabah Kering Giling pada 2021

Hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area) realisasi panen padi di Provinsi Gorontalo sepanjang Januari hingga Desember 2021.

Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Gorontalo Produksi 234,39 Tibu Ton Gabah Kering Giling pada 2021
TribunGorontalo.com/Wawan Akuba
Pameran "land art" dengan deformasi bentuk sawah, membentuk notasi balok yang diberi judul Not Khatulistiwa di Desa Huntu, Bone Bolango, beberapa waktu. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Hasil Survei KSA (Kerangka Sampel Area) realisasi panen padi di Provinsi Gorontalo sepanjang Januari hingga Desember 2021 sebesar 48,71 ribu hektare. Mengalami kenaikan 0,06 persen dibandingkan tahun 2020.

"Mengalami kenaikan sekitar 0,03 ribu hektare (0,06 persen) dibandingkan 2020 yang mencapai 48,69 ribu hektare," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif, Selasa (1/3/2022).

Mukhanif, menyampaikan, panen padi pada 2021 mengalami pergeseran dibanding tahun2020. Pada 2021 puncak panen terjadi pada bulan Februari yaitu mencapai 7,66 ribu hektare, sementara puncak panen pada 2020 terjadi pada bulan September, yaitu sebesar 7,08 ribu hektare.

Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 6,28 ribu hektare, dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 14,32 ribu hektare.

"Jadi total luas panen padi pada Subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 20,60 ribu hektare atau mengalami kenaikan sekitar 1,27 ribu hektare (6,57 persen) dibandingkan luas panen padi pada Subround Januari-April 2021 yang sebesar 19.33 ribu hektare," jelasnya.

Gorontalo untuk produksi padi pada Januari hingga Desember 2021 mencapai sekitar 234,39 ribu ton GKG (Gabah Kering Giling) atau mengalami kenaikan sekitar 6,77 ribu ton GKG (2,97 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 227,63 ribu ton GKG. 

020322-Mukhamad Mukhanif
Kepala BPS Provinsi Gorontalo Mukhamad Mukhanif

"Produksi tertinggi pada 2021 terjadi pada bulan februari, yaitu padi sebesar 38,46 ribu ton GKG sementara produksi terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 3,04 ribu ton GKG. Berbeda dengan kondisi pada 2021, produksi padi tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan September," jelasnya.

Mukhamad Mukhanif melanjutkan, jika produksi padi dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, maka produksi padi sepanjang Januari hingga desember 2021 setara dengan 130,88 ribu ton beras, atau mengalami kenaikan sebesar 3, 78 ribu ton (2.97 persen) dibandingkan 2020 yang sebesar 127,10 ribu ton.

Produksi beras tertinggi pada 2021 terjadi pada bulan Februari sebesar 21,48 ribu ton. Sementara itu, produksi beras terendah terjadi pada bulan Desember, yaitu sebesar 1,70 ribu ton.

Pada tahun 2021, produksi beras tertinggi pada 2020 terjadi pada bulan September. Pada Januari 2022, produksi beras diperkirakan sebanyak 17,52 ribu ton beras, dan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2022 ialah sebesar 41,33 ribu ton. 

"Untuk produksi beras pada subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 58,85 ribu ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 4,55 ribu ton (8,38 persen) dibandingkan dengan produksi beras pada Januari-April 2021 yang sebesar 54,30 ribu ton beras," pungkasnya. (apr)

 

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved