Konflik Rusia Vs Ukraina

Joe Biden Bekukan Aset Bank-bank Rusia

Satu demi satu sanksi dijatuhkan kepada Rusia menyusul pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk operasi militer di Ukraina.

Editor: Lodie Tombeg
AFP
Presiden AS Joe Biden berbicara di Ruang Timur Gedung Putih tentang aktivitas militer Rusia di dekat Ukraina di Washington, DC pada Selasa (15/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Satu demi satu sanksi dijatuhkan kepada Rusia menyusul pengumuman Presiden Rusia Vladimir Putin untuk operasi militer di Ukraina pada Kamis (24/2/2022).

Presiden Amerika Serikat Joe Biden, mengatakan Washington akan terus memberikan dukungan dan bantuan kepada Ukraina.

Hal itu ia sampaikan dalam panggilan telepon dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy tak lama setelah Rusia melancarkan invasi ke negara itu pada Kamis pagi.

Diberitakan Aljazeera, Biden mengutuk serangan yang tidak beralasan dan tidak dapat dibenarkan oleh pasukan militer Rusia. Dalam sebuah pernyataan, Biden mengatakan, Zelenskyy meminta Washington untuk menyeru para pemimpin dunia agar berbicara dengan jelas melawan agresi dari Putin.

Presiden Biden pun berencana menjatuhkan sanksi berat terhadap Rusia. “Presiden Putin telah memilih perang yang direncanakan yang akan membawa korban jiwa dan penderitaan manusia,” kata Biden dalam sebuah pernyataan, dilansir The New York Times, Kamis.

Baca juga: Jurnalis Peraih Nobel: Orang Dekat Putin Promosikan Perang dari Jauh Hari

“Rusia sendiri bertanggung jawab atas kematian dan kehancuran yang akan ditimbulkan oleh serangan ini, dan Amerika Serikat serta sekutu dan mitranya akan merespons dengan cara yang bersatu dan tegas. Dunia akan meminta pertanggungjawaban Rusia," tegasnya.

Biden dan para pembantu utamanya mengatakan, mereka akan mengeluarkan hukuman ekonomi yang lebih besar jika Rusia meningkatkan konflik di Ukraina dan mencoba untuk merebut lebih banyak wilayah di negara itu.

Sanksi tersebut dapat mencakup pembekuan bank-bank top Rusia dari sistem keuangan, pemotongan ekspor teknologi atau pemberian sanksi kepada Putin dan pejabat tingginya secara langsung.

Pemerintah telah memberlakukan serangkaian sanksi awal, berharap untuk mencegah pemimpin Rusia dari serangan yang lebih besar.

Namun, setelah Putin mengumumkan operasi militer tersebut, Biden dan anggota parlemen dari kedua partai di Kongres mengecam langkah tersebut dan mengisyaratkan dukungan untuk tanggapan yang lebih agresif.

Pada Selasa (22/2/2022) lalu, Biden menjatuhkan hukuman pada dua bank Rusia dan beberapa anggota elit Rusia, dan melarang Rusia memperdagangkan utang di pasar Amerika atau Eropa.

Kemudian pada Rabu dikeluarkan sanksi terhadap perusahaan di balik pipa energi yang menghubungkan Rusia ke Jerman.

Serangan Rusia

Dalam sebuah pernyataan TV, Vladimir Putin mengatakan, Rusia tidak berencana untuk menduduki Ukraina dan menuntut agar militernya meletakkan senjata mereka.
Beberapa saat kemudian, serangan dilaporkan terhadap sasaran militer Ukraina.

Ukraina mengatakan, Putin telah meluncurkan invasi skala penuh ke Ukraina. Militer Rusia menerobos perbatasan di sejumlah tempat, di utara, selatan dan timur, termasuk dari Belarus, sekutu lama Rusia. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Joe Biden akan Beri Sanksi Berat pada Rusia, Kutuk Serangan yang Tak Beralasan ke Ukraina

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved