Proyek RPS SMK 1 Paguyaman Putus Kontrak, Ini Solusi Gubernur Gorontalo 

Proyek pembangunan ruang praktik belajar (RPB) beserta perabot SMK Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Kominfotik Peovinsi Gorontalo
Gubernur Rusli Habibie meninjau proyek Bangunan Lab Sekolah di SMKN 1 Paguyaman. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Tilamuta - Proyek pembangunan ruang praktik belajar (RPB) beserta perabot SMK Negeri 1 Paguyaman, Kabupaten Boalemo, Provinsi Gorontalo terpaksa putus kontak. Konraktor atau pihak ketiga dinilai lalai tak mampu menyelesaikan pekerjaan hingga batas waktu kontrak berakhir.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyayangkan progres pengerjaan RPS beserta prabotnya di SMK 1 Paguyaman, harus putus kontrak karena tahun anggarannya sudah berakhir. Menurut Gubernur hal ini akibat kelalaian kontraktor yang terlambat menuntaskan pengerjaan.

"Ini kontraknya Juli, mulai kerja Agustus, tapi setelah itu tetap saja macet, macet dan macet. Mungkin dari sisi finansial pihak ketiganya tidak sanggup. Jadi ini sangat disayangkan, mau tidak mau harus putus kontrak. Putus kontrak bukan jalan terbaik, karena semua jadi rugi. Tapi secara aturan, secara administrasi, yah harus dilakukan putus kontrak, karena tahun anggarannya sudah berakhir," kata Rusli saat meninjau pembangunan RPB yang mandek di SMK 1 Paguyaman melalui rilis Dinas Kominfotik Provinsi Gorontalo, Minggu (20/2/2022).

Kata Rusli, progres pembangunan RPB  ini memang merupakan urusan Dinas Pendidikan, namun pihaknya berencana akan menyarankan ke pusat, jika hal terkait pekerjaan fisik dan teknis seperti ini, sebaiknya diserahkan ke Dinas PUPR. Kaena Dikbudpora dinilai SDM-nya kurang mumpuni, di mana tugas utama adalah mengajar tidak terkait teknis.

"Saya sarankan juga dirapat semalam kita bikin surat ke Kementerian Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat, bagaimana kalau urusan teknis seperti ini harusnya di PUPR. Ini juga jadi perhatian untuk Karo ULP melihat pekerjaan seperti ini sebenarnya kerugian untuk kita semua, apalagi bagi saya ini bencana, karena ini harusnya dimanfaatkan oleh pemerintah untuk kepentingan anak didik, tapi belum bisa dinikmati, ini kan rugi," tambahnya.

Gubernur dua peridoe ini berharap ke depannya, pihak ULP dan tim Pokja dapat memperhatikan hal-hal seperti ini. Saat memilih kontraktor harus bisa memilih dengan baik dan bertanggung jawab. Dan bagi perusahaan yang pernah cacat, dapat mengikuti tahapan untut di-blacklist.

"Solusinya beruntung anggarannya ini sudah cair masuk di DAK di kas daerah. Jadi akan kita percepat revisi, kita hitung kembali berapa sisa ini dan kita lelang kembali, kita kerjakan kembali, pilih pihak ketiga yang lebih bertanggung jawab. Karena ini semua jadi pembelajaran, kita semua salah di sini," tandasnya.

Berdasarkan data progres pembangunan ruang praktek siswa SMK 1 Paguyaman realisasi fisik dilapangan baru 39 persen, dengan nilai kontrak sebesar Rp 613 juta.

Selain meninjau RPB, Gubernur yang didampingi Asisten dan perwakilan pimpinan OPD ini juga meninjau dua proyek yang putus kontrak lainnya yakni, pembangunan jembatan Aramco di desa Diolata dan pembangunan Jalan Tenilo-Pilolodaa-Iluta di Kabupaten Gorontalo. (*)

  • Ikuti kami di
    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved