Warga 'Curhat' ke Politikus PDIP Gorontalo saat Reses, Tidak Pernah Terima Bantuan Sapi
Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Mohamad Kris Wartabone menyambut baik aspirasi masyarakat Kabupaten Bone Bolango dalam reses.
TRIBUNGORONTALO.COM, Suwawa - Wakil Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Mohamad Kris Wartabone menyambut baik aspirasi masyarakat Kabupaten Bone Bolango dalam reses masa persidangan kedua tahun 2021/2022 Dapil II Kabupaten Bone Bolango, Kamis (17/2/2022).
Dalam kegiatan reses yang diadakan langsung di kediamannya, Desa Bubeya Kecamatan Suwawa Kabupaten Bone Bolango, Kris Wartabone menerima semua keluh kesah warganya.
Seorang ibu dari Desa Tinggolo Timur Kecamatan Batupingge, mengeluhkan pengaturan pembagian bantuan sapi di desanya yang tidak sesuai sasaran. "Yang dapat sapi itu kebanyakan keluarga aparat, sopir oto perusahaan, tukang jahit, pedagang ikan," ujar Mastin Abdullah.
Sementara, menurut penuturan Mastin, keluarganya tidak pernah mendapatkan bantuan sapi. "Saya selalu mengikuti rapat di desa entah diundang atau tidak, tapi sampai sekarang tidak pernah mendapatkan bantuan," kata dia.
Menanggapi hal ini, Kris Wartabone mengungkapkan, apa yang terjadi pada warganya itu merupakan berita klasik yang hampir terjadi di seluruh Provinsi Gorontalo. "Jadi bantuan-bantuan kemasyarakatan yang langsung ke desa itu, kadangkala ada nepotisme di sana. Ada tindakan-tindakan aparat desa yang membelokkan program, itu benar karena sering kita temukan," papar Kris kepada TribunGorontalo.com.
Baca juga: Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Beber Syarat Penerima Bantuan saat Reses
Selain itu, lanjut Aleg Araksi PDI Perjuangan, persoalan tersebut masih menjadi kewenangan Bupati, namun fraksinya akan tetap mengawal kebijakan-kebijakan yang ada. "Tentunya ini akan tetap kita sampaikan ke fraksi kita di DPR Kabupaten, sambil kita mengawal kebijakan-kebijakan di Provinsi sehingga penerimanya benar-benar tepat sasaran," jelas Kris.
Sementara, Kris menambahkan, persoalan masyarakat yang masih banyak belum mendapatkan bantuan, disebabkan kondisi pandemi dan juga aturan ketat soal penerima bantuan, diantaranya masyarakat yang tidak bisa mendapat bantuan ganda, telah menjadi kendala tersendiri. "Sudah berapa besar bantuan PKH, BLT, tapi itu kan tidak bisa meringankan kondisi masyarakat. Tentunya harus kita kawal dengan program-program lain," ucap Kris.
Menurutnya, masyarakat di provinsi Gorontalo penerima BLT juga masih bisa menerima bantuan lain berupa bantuan ayam dalam rangka meringankan beban menghadapi kondisi yang ada. "Dengan merubah pola yang dulunya itu vaksin maupun pakannya itu disiapkan oleh penerima, ini tidak lagi. Pemerintah sudah harus mengawal secara keseluruhan, sehingga itu benar-benar membantu meringankan mereka," tutupnya. (jil)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/170222-Kris-Wartabone.jpg)