Senin, 16 Maret 2026

Gorontalo Sumbang 245 Kasus Aktif, Sebaran Covid-19 di Indonesia 16 Februari 2022

Provinsi Gorontalo memiliki 245 kasus aktif Covid-19 pada Rabu (16/2/2022). Sementara data sebaran kasus aktif Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Gorontalo Sumbang 245 Kasus Aktif, Sebaran Covid-19 di Indonesia 16 Februari 2022
Kominfotik Pemprov Gorontalo
Pemeriksaan antigen bagi penumpang di Bandara Djalaluddin Gorontalo. Foto dirilis Jumat (4/2/2022) 

TRIBUNGORONTALO.COM - Provinsi Gorontalo memiliki 245 kasus aktif Covid-19 pada Rabu (16/2/2022). Sementara data sebaran kasus aktif Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia, daerah Jawa Barat masih menjadi yang tertinggi penyumbang kasus aktif. 

Diketahui, terdapat penambahan kasus virus corona sebanyak 64.718 pada hari ini. Angka ini melampaui puncak kasus harian yang terjadi pada 14 Juli 2021 di angka 56.757 dan 15 Februari 2022 di angka 57.049.

Adapun untuk tambahan kasus Covid-19 mengalami peningkatan dibanding Selasa (15/2/2022) kemarin, yakni 57.049 kasus. Sehingga, total kasus Covid-19 di Indonesia mencapai 4.966.046. Sementara itu, untuk total kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 445.190 orang,

Berdasarkan data di situs Satgas Covid-19, terjadi penambahan kasus aktif Covid-19 sebanyak 39.165 kasus pada Rabu. Penambahan kasus aktif pun mengalami kenaikan dibandingkan Selasa (15/2/202) kemarin, yang berada di angka 30.168 kasus.

Untuk Provinsi Jawa Barat menjadi daerah tertinggi yang jumlah kasus aktif Covid1-19 mencapai 134.774 hingga Selasa ini. Disusul DKI Jakarta, sebanyak 91.396 kasus aktif, sedangkan Jawa Tengah berada di urutan kelilma, yakni 24.733.

Sebaran Kasus Aktif Covid-19 di 34 Provinsi

Berikut ini sebaran kasus aktif Covid-19 di 34 provinsi di Indonesia berdasarkan data dari laman resmi Covid19.go.id pada Rabu (16/2/2022):

1. Jawa Barat: 134.774

2. DKI Jakarta: 91.396

3. Banten: 64.567

4. Jawa Timur: 25.513

5. Jawa Tengah: 24.733

6. Bali: 19.091

7. DI Yogyakarta: 8.630

8. Sumatera Utara: 8.547

9. Papua: 6.728

10. Sulawesi Selatan: 6.449

11. Sumatera Selatan: 5.755

12. Kalimantan Timur: 5.574

13. Kalimantan Selatan: 5.325

Baca juga: Gorontalo Ketambahan 39 Kasus Baru Covid-19 pada Sabtu 12 Februari 2022

14. Lampung: 5.204

15. Nusa Tenggara Barat: 4.177

16. Sulawesi Utara: 3.744

17. Riau: 3.333

18. Sumatera Barat: 2.571

19. Maluku: 2.389

20. Papua Barat: 2.117

21. Kalimantan Barat: 1.947

22. Kalimantan Tengah: 1.897

23. Kepulauan Riau: 1.800

24. Sulawesi Tenggara: 1.689

25. Nusa Tenggara Timur: 1.478

26. Bangka Belitung: 1.418

27. Bengkulu: 968

28. Jambi: 850

29. Sulawesi Tengah: 830

30. Aceh: 555

31. Maluku Utara: 311

32. Kalimantan Utara: 263

33. Gorontalo: 245

34. Sulawesi Barat: 213

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia belum melampaui Delta pada 2021.

Menurutnya, jika melihat kasus di negara lain, biasanya puncak Omicron tiga kali dari varian Delta. Meski demikian, Luhut menyebut, pemerintah akan terus waspada.

"Sejak 44 hari dari 1 Januari 2022, puncak Omicron sampai saat ini belum melebih puncak Delta di tahun lalu."

"Padahal jika merujuk ke negara lain, biasanya pucak omicron 3-4 kali dari varian Delta," kata Luhut dalam Keterangan Pers Menteri terkait Hasil Ratas PPKM secara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (14/2/2022).

Lebih lanjut, Luhut mengatakan, saat ini tingkat rawat inap rumah sakit dan tingkat kematian jauh lebih rendah dari varian Delta.

Namun, Luhut mengingatkan, agar masyarakat tetap berhati-hati terhadap Omicron. "Tapi ini juga tidak mengurangi tingkat kehati-hatian kita, namun juga tidak memberlakukan Omicron ini sama seperti periode Delta lalu," ucapnya.

Mengenai penambahan kasus di Jawa-Bali, kata Luhut, cukup melambat, berbeda dengan kondisi di luar Jawa-Bali. "Penambahan kasus di Jawa Bali terlihat melambat, namun terjadi peningkatan kontribusi di luar Jawa-Bali," katanya.

Adapun dalam tujuh hari, Luhut menyebut, Provinsi Banten, Jawa Barat, dan Bali menjadi tiga provinsi yang tren kasusnya lebih tinggi dari puncak Delta. Selanjutnya, untuk tren kasus di DKI Jakarta mulai terlihat melewati puncaknya.

"Berita postifinya, tren kasus di DKI Jakarta menunjukkan tanda-tanda mulai melewati puncaknya, baik kasus harian, kasus aktif, maupun rawat inap mulai menunjukkan menurun," jelas Luhut.

Namun, peningkatan kasus Covid-19 terjadi di DIY, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Meski begitu, masih di bawah puncak Delta.

Untuk itu, pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak terlalu khawatir dan tetap waspada. "Dari pengalaman kita, mereka yang terinfeksi Omicron tidak terlalu lama dan menjadi negatif kembali."

"Mereka hanya perlu isolasi mandiri, mengonsumsi obat-obatan yang dianjurkan, dan berada di rumah," ucap Luhut.

Ia menjelaskan, pasien Omicron sebagian besar orang tanpa gejala (OTG), bahkan mengalami gejala ringan.

Sementara itu, pasien yang bergejala berat hingga meninggal, terindifikasi komorbid, lansia, atau belum melakukan vaksinasi lengkap.

Sehingga, Luhut meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi Covid-19.

Dikatakan, pasien Covid-19 yang meninggal, rata-rata adalah orang yang belum divaksinasi lengkap.

"Saya mohon, jangan ada rakyat diprovokasi untuk tidak mau divaksin, rata-rata orang yang meninggal adalah orang tidak divaksin lengkap, belum booster, komorbid, dan lansia." "Kita punya tanggung jawab masing-masing," tegas Luhut. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Sebaran Kasus Aktif Covid-19 di Indonesia 16 Februari 2022: Jabar Tertinggi, Jateng Masuk 5 Besar

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved