Kamis, 12 Maret 2026

Covid-19 di Indonesia Didominasi Omicron, Begini Prediksi Ahli soal Puncak Gelombang Ketiga

Indonesia memasuki gelombang ketiga pendemi Covid-19. Ikatan Dokter Indo.nesia (IDI) menjelaskan Indonesia saat ini mencatatkan kasus konfirmasi

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Covid-19 di Indonesia Didominasi Omicron, Begini Prediksi Ahli soal Puncak Gelombang Ketiga
Tribunnews
Ilustrasi Covid-19 varian Omicron 

"Ya mudah-mudahan ini tidak bertambah," kata Adib.

Tingkat hospitality dan fatality yang rendah ini menunjukkan memang ada satu faktor yang mempengaruhi yakni vaksinasi.

"Pada tahun lalu di bulan Juni-Juli vaksinasi masih rendah, kita sekarang dibantu oleh kondisi yang salah satunya adalah cakupan vaksinasi di beberapa wilayah terutama di kota besar vaksinasinya sudah rata-rata di atas 70 persen," sambung Adib.

Sementara itu, menanggapi soal kapan prediksinya puncaknya akan terjadi, Adib menyebut bahwa kemungkinan pada akhir Februari hingga Awal Maret.

"Ya kalau bicara dari apa yang disampaikan oleh teman-teman dari epidemiologi dan sebagian juga kemarin disampaikan oleh Kementerian Kesehatan, kemungkinan prediksi untuk kemudian puncak itu pada akhir Februari sampai di awal Maret."

"Dan mengaca kepada kasus-kasus yang terjadi di Afrika kemudian di Eropa antara Puncak kemudian melandainya cukup cepat ya mudah-mudahan ini juga terjadi di Indonesia," terang Adib.

Untu itu, demi meringankan tingkat fatality, masyarakat harus segera mengejar vaksinasi dan menjalankan prokes dengan baik.

"Tapi sekali lagi itu bisa kita dukung kalau benar-benar kita mengejar vaksinasi dan menjalankan protokol kesehatan harus kita lakukan dengan baik."

"Jadi memang kita jangan sampai masuk dalam kondisi di bulan Juli yang terjadi di masyarakat, sehingga akhirnya banyak sekali penumpukan pasien yang ada di IGD kita tidak terjadi."

"Salah satu upaya adalah mempermudah akses pelayanan dan mendapatkan pengobatan serta mendapatkan konsultasi kepada tenaga medis atau kepada dokter,"termasuk menyediakan platform telemedicine," kata Adib.

Kendati demikian, pemerintah perlu mengevaluasi sistem telemedicine ini. "(Telemedicine) itu secara otomatis sebenarnya bisa diakses."

"Cuman memang problem yang sering muncul adalah pada saat kemudian mendapatkan akses obat-obat, baik itu obat yang memang berkaitan dengan antivirus ataupun vitamin yang dibutuhkan seperti yang seharusnya dapat didapatkan pada saat paket isoman."

"Itu yang saya kira perlu dukungan dari pemerintah dan sekaligus juga (menyiapkan) faskes- fakses di pelayanan primer seperti di Puskesmas," imbuh Adib. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul IDI Sebut Indonesia Masuk Gelombang Ketiga Covid-19, Kasus Covid-19 Didominasi Omicron

Sumber: Tribunnews.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved