Polres Gorontalo Ringkus Pencetak dan Penyebar Uang Palsu, Ini Peran DT dan JAL

Tim Pandawa Polres Gorontalo meringkus DT (54) dan JAL (25), dua pelaku pengedar uang palsu pada akhir Januari 2022.

Penulis: Wawan Akuba | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo
DIAMANKAN - DT (54) dan JAL (25) diamankan di Mapolres Gorontalo, Jumat (4/2/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Tim Pandawa Polres Gorontalo meringkus DT (54) dan JAL (25), dua pelaku pengedar uang palsu pada akhir Januari 2022 di sejumlah wilayah di Gorontalo, Jumat (4/2/2022). Keduanya diringkus setelah menjadi buronan polisi selama belasan hari.

Kasat Reskrim Polres Gorontalo, Iptu Agung Samosir mengungkapkan, bahwa keduanya memiliki peran berbeda dalam kasus tersebut. DT kata dia sebagai pengedar uang palsu, sementara JAL sebagai pencetak uang yang diedarkan oleh DT tersebut.

Ada sedikitnya lima wilayah yang menjadi target DT dalam mengedarkan uang, di antaranya Isimu, Limboto, dan Telaga, serta di Kecamatan Tapa, Bone Bolango. “Jadi DT ini yang berperan mengedarkan uang. Ia yang ke warung-warung mengedarkan uang palsu ini kemudian ditukarkan dengan uang asli,” ungkap Agung kepada gorontalo.tribunnews.com siang tadi, Jumat (4/2/2022).

Baca juga: Lansia di Gorontalo Jadi Sasaran Peredaran Uang Palsu: Ini Modusnya

Agung merincikan, sejauh ini dari penelusuran pihaknya, ada Rp 19 juta uang palsu yang sudah dicetak oleh para pelaku. Dari jumlah itu, Rp 8 juta belum sempat diedarkan dan berhasil diamankan dari tangan DT.

Artinya menurut Agung, sudah ada sekitar Rp 11 juta yang berhasil diedarkan oleh pelaku. “Sisanya itu sebagian kita sita,” tegas Agung.

Adapun uang-uang itu diedarkan dengan cara membeli rokok, bensin, dan bahkan sayuran. Targetnya sejauh ini adalah ibu rumah tangga berusia lanjut atau lansia. Sebab, masyarakat dengan kelompok usia ini dianggap mudah dikecoh.

“Seperti yang baru-baru terjadi di Isimu, dia beli sayuran kepada ibu-ibu. Yang pasti targetnya ibu-ibu yang sudah tidak bisa membedakan uang palsu,” tutup Agung.

Jika dilihat, memang uang palsu yang diedarkan oleh para pelaku ini sekilas mirip dengan aslinya. Akan ketahuan uang palsu jika diraba maupun diterawang. Sebab, uang-uang ini hanya dicetak dengan alat print inkjet dengan kertas HVS. (wan)

  • Ikuti kami di

    AA
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved