Minggu, 22 Maret 2026

Indonesia di Ambang Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Kata Epidemiolog

Di ambang gelombang ketiga Covid-19. Indikasinya, kasus Corona di Tanah Air terus bertambah.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Indonesia di Ambang Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Kata Epidemiolog
Tribunnews
Ilustrasi upaya mengadang Covid-19 varian Omicron. 

TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Di ambang gelombang ketiga Covid-19. Indikasinya, kasus Corona di Tanah Air terus bertambah.

Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menyebut, kemungkinan Indonesia telah memasuki gelombang ketiga Covid-19.

Hal itu didasari dengan pertambahan kasus yang terus meningkat.

"Mungkin Indonesia sudah masuk gelombang ketiga. Karena kasusnya terus meningkat ini akan membebani sistem kesehatan, bisa kolaps," kata dia dalam diskusi virtual PDPI, Rabu (2/2/2022).

Ia mengatakan, varian Omicron memiliki sifat menular yang jauh lebih tinggi dibandingkan varian pendahulunya yakni Delta.

Karena itulah, laju kasus akan terus naik meski gejala yang ditimbulkan lebih ringan.

Berdasarkan pengamatan yang ada, varian Omicron juga membuat seseorang dapat kembali terinfeksi Covid-19.

"Penularan cepat dan bisa ditembus pertahanan vaksin. Pelu diperhatikan, grafik kasus naik terus. Omicron ini superspreader, yang penularannya sampai 2,9 kali lebih tinggi dibanding varian Delta," tuturnya.

"Dan terjadi juga reinfeksi. Sekali lagi, sebagian besar kasus ini dari Afrika datangnya. Memang gejala Omicron ringan dibandingkan Delta, Alpha atau Beta," lanjut Erlina.

Meski bergejala ringan, varian ini akan menyebabkan pemburukan bagi kelompok rentan, seperti lansia, komorbid, anak-anak, serta orang-orang yang belum divaksinasi lengkap.

"Penyakitnya tidak parah, umumnya ringan-ringan saja dibandingkan dengan Delta namun hati-hati pada orang tua dan orang yang belum vaksin," terang dokter di RSUP Persahabatan.

Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman menyatakan telah memprediksi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 ketiga sejak November 2021.

Meskipun beberapa lembaga internasional menyatakan bahwa tidak akan ada gelombang ketiga di Indonesia.

Dicky pun mengatakan prediksi dimunculkan untuk meningkatkan mitigasi yang kurang. Prediksi jadi dasar strategi mitigasi.

"Saat ini, dengan pengalaman yang sudah ada Delta dan Alpha, kita pada posisi beruntung. Kalau tidak dimanfaatkan dengan strategi lebih cepat, dan kuat, akhirnya dampaknya akan sama. Dan kita akan gagal menyelamatkan banyak korban," ungkapnya pada Tribunnews, Rabu (2/2/2022).

Dicky pun berkali-kali menekankan Omicron sangat rawan bagi beberapa kelompok. Bukan hanya orang lanjut usia dan komorbid. Saja. Tapi anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun.

"Ini serius sekali. Karenanya saya bicara PTM dihentikan dulu kenapa. Karena harus meminimalisir lonjakan kasus. Terburuknya, itu bisa sampai 500 ribu," tegasnya.

Di sisi lain, Dicky pun mengingatkan Indonesia dalam melakukan deteksi dini yaitu testing, treacing dan treatment (3T). Sejauh ini, kata Dicky kemampuan Indonesia baru di atas 100 ribuan.

"Walau pun saya sampaikan sekarang, 300 ribu, pada puncaknya nanti, bahkan sekarang sudah berada di atas 100 ribu sebetulnya tapi itu kan gak belum tentu ketemu, karena keterbatasan testing," paparnya lagi. (*)


Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Indonesia Disebut Masuk Gelombang Ketiga Covid-19, Dokter Khawatirkan Sistem Kesehatan Kolaps

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved