Indonesia di Ambang Gelombang Ketiga Covid-19, Ini Kata Epidemiolog
Di ambang gelombang ketiga Covid-19. Indikasinya, kasus Corona di Tanah Air terus bertambah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Varian-Omicron.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Jakarta - Di ambang gelombang ketiga Covid-19. Indikasinya, kasus Corona di Tanah Air terus bertambah.
Ketua Pokja Infeksi Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Erlina Burhan menyebut, kemungkinan Indonesia telah memasuki gelombang ketiga Covid-19.
Hal itu didasari dengan pertambahan kasus yang terus meningkat.
"Mungkin Indonesia sudah masuk gelombang ketiga. Karena kasusnya terus meningkat ini akan membebani sistem kesehatan, bisa kolaps," kata dia dalam diskusi virtual PDPI, Rabu (2/2/2022).
Ia mengatakan, varian Omicron memiliki sifat menular yang jauh lebih tinggi dibandingkan varian pendahulunya yakni Delta.
Karena itulah, laju kasus akan terus naik meski gejala yang ditimbulkan lebih ringan.
Berdasarkan pengamatan yang ada, varian Omicron juga membuat seseorang dapat kembali terinfeksi Covid-19.
"Penularan cepat dan bisa ditembus pertahanan vaksin. Pelu diperhatikan, grafik kasus naik terus. Omicron ini superspreader, yang penularannya sampai 2,9 kali lebih tinggi dibanding varian Delta," tuturnya.
"Dan terjadi juga reinfeksi. Sekali lagi, sebagian besar kasus ini dari Afrika datangnya. Memang gejala Omicron ringan dibandingkan Delta, Alpha atau Beta," lanjut Erlina.
Meski bergejala ringan, varian ini akan menyebabkan pemburukan bagi kelompok rentan, seperti lansia, komorbid, anak-anak, serta orang-orang yang belum divaksinasi lengkap.
"Penyakitnya tidak parah, umumnya ringan-ringan saja dibandingkan dengan Delta namun hati-hati pada orang tua dan orang yang belum vaksin," terang dokter di RSUP Persahabatan.
Pakar Epidemiologi Griffith University, Dicky Budiman menyatakan telah memprediksi terjadinya lonjakan kasus Covid-19 ketiga sejak November 2021.
Meskipun beberapa lembaga internasional menyatakan bahwa tidak akan ada gelombang ketiga di Indonesia.
Dicky pun mengatakan prediksi dimunculkan untuk meningkatkan mitigasi yang kurang. Prediksi jadi dasar strategi mitigasi.
"Saat ini, dengan pengalaman yang sudah ada Delta dan Alpha, kita pada posisi beruntung. Kalau tidak dimanfaatkan dengan strategi lebih cepat, dan kuat, akhirnya dampaknya akan sama. Dan kita akan gagal menyelamatkan banyak korban," ungkapnya pada Tribunnews, Rabu (2/2/2022).