Minggu, 8 Maret 2026

Aktivitas Persemaian Permanen Gorontalo: Fokus Produksi Bibit Buah dan Pohon pada 2022

Persemaian Permanen Gorontalo menjadi wadah alternatif yang disediakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Tayang:
Editor: Lodie Tombeg
zoom-inlihat foto Aktivitas Persemaian Permanen Gorontalo: Fokus Produksi Bibit Buah dan Pohon pada 2022
Tribun Gorontalo
Petugas memperlihatkan bibit tanaman di Persemaian Permanen Gorontalo milik BPDAS-LH Provinsi Gorontalo di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Minggu (30/1/2022). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Limboto - Persemaian Permanen Gorontalo menjadi wadah alternatif yang disediakan oleh Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDAS-LH) Provinsi Gorontalo guna pembudidayaan tanaman endemik maupun tanaman buah lainnya.

Lokasinya bertempat di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo.

Menurut Wajir Tontoiyo selaku Manajer Persemaian Permanen Gorontalo mengatakan, wadah ini pertama dibangun sejak tahun 2011 dan mulai produksi pembibitan sejak 2012 dengan pembibitan awal ialah bangunan trembesi, mahoni dan nyatoh.

“Sesungguhnya trembesi yang ada di Provinsi Gorontalo itu berasal dari persemaian Toyidito,” tuturnya, Minggu (30/1/2022).

Dia juga menambahkan, bibit yang difokuskan untuk budidaya di lokasi ini diantaranya kayu-kayuan, pohon mahoni, nyatoh, malahengo, tanjung dan glodokan.

300122-Semai Tanaman
Persemaian Permanen Gorontalo milik BPDAS-LH Provinsi Gorontalo di Desa Toyidito, Kecamatan Pulubala, Kabupaten Gorontalo, Minggu (30/1/2022).

Sementara untuk buah-buahan, ada sirsak, jambu mete, durian, matoa dan rambutan serta untuk penghijauan di lokasi ini juga membudidayakan jenis tanaman tabebuya dan pucuk merah.

Baca juga: Intip Tumbuhan Endemik Gorontalo: Malahengo hanya ada di Tilongkabila dan Bongohulawa

“Tahun 2021 hingga 2022 BPDAS-LH memfokuskan pembibitan buah sebesar 70 persen dan bibit pohon yang digunakan bahan bangunan sebesar 30 persen, hal ini dikarenakan masyarakat dominan menyukai bibit buah - buahan”tuturnya.

Kata Wajir, masyarakat sangat senang hadirnya persemaian permanen di Desa Toyidito dikarenakan mereka bisa mendapatkan bibit penghijauan serta buah - buahan secara gratis. untuk mereka budidayakan kembali

“Selain membawa manfaat untuk pembudidayaan bibit pohon, wadah ini juga sebagai alternatif reboisasi terhadap gunung yang mulai gundul, sehingga bencana longsor dapat berkurang."jelasnya.

Wajir juga mengatakan, kehadiran persemaian sangat berdampak positif tidak hanya penghijauan namun sebagai pemantik bertumbuhnya penduduk diwilayah ini.

"Pengelola persemaian ini tidak lain kami berdayakan adalah masyarakat setempat, agar mereka dapat mempelajari tanaman yang ada serta dapat memberi edukasi kepada warga lain pentingnya membudidayakan tumbuhan-tumbuhan sebelum disalurkan ke masyarakat," katanya. (risman taharuddin)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved