Gorontalo Akan Rasakan Manfaat Ekonomi dari Ibu Kota Baru
Pernyataan kontroversi Edy Mulyadi soal lokasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur ditanggapi dari Ketua Dewan Pimpinan Nasional Barikade 98.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Pernyataan kontroversi Edy Mulyadi soal lokasi Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur ditanggapi dari Ketua Dewan Pimpinan Nasional Barikade 98 Benny Rhamdani.
Rhamdani mengatakan apa yang disampaikan Edy itu salah bicara atau terpeleset dalam berkomunikasi. Hal itu penghinaan atas masyarakat Kaltim. Kata Benny, mereka (Edy cs) punya cara membuat republik ini gaduh ada ketersinggungan etnis atau ketersinggungan suku.
"Apa yang dilakukan Edy tentu membuat reaksi atas ketersinggungan suku yang ada, ini adalah cara mereka untuk membuat gaduh, setelah itu pasti seperti biasa mereka minta maaf dan menangis di depan kamera," tegasnya, Senin (25/1/2022).
Lanjut Benny, Jakarta itu sudah cukup. Menurutnya, semua infrastruktur sudah ada di sana, bicara ekonomi tidak perlu diragukan.
Baca juga: Barikade 98 Gorontalo Kawal Pemerintahan Jokowi-Maruf, Samsi Pomalingo: Eks HTI Masih Ada
Nah, ketimpangan antara kawasan timur dan barat inilah yang sekarang sedang dibangun oleh Jokowi agar tidak ada lagi ketertinggalan kawasan artinya ada penyebaran kue-kue pembangunan secara merata.
"Anda akan bisa rasakan nanti jika Ibu Kota Negara berada di Kaltim. Dampak ekonomi itu secara cepat akan bergerak ke wilayah timur Indonesia termasuk Gorontalo akan merasakan itu. Toh bukan warga Jakarta yang pindah ke Kalimantan seperti (dikatakan) Edy Mulyadi. Kan dia mengatakan mana mau warga Jakarta pindah ke Kalimantan, jadi yang pindah itu bukan warganya tapi kantor pemerintahan dan aparatur negara di instansi pemerintahan bukan warga Jakarta yang pindah,’’ ujarnya. (ris)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/250122-Benny-Rhamdani-3.jpg)