Breaking News:

Covid Omicron

144.155 Orang Indonesia Meninggal karena Covid, Total 4.268.890 Warga Terinfeksi

Satgas Covid-19 mencatat Indonesia ketambahan 793 kasus baru pada Kamis (13/1/2022). Total kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini berjumlah 4.268.890.

Editor: lodie tombeg
Tribunnews/AFP/ADEK BERRY
PEMAKAMAN - (ilustrasi) Sejumlah pekerja dari Dinas Pemakaman mengenakan alat pelindung diri (APD) saat menguburkan mayat di pemakaman yang ditunjuk untuk korban virus corona (Covid-19) di pemakaman Pondok Ranggon di Jakarta. Sabtu (2/5/2020). 

TRIBUNGORONTALO.COM - Satgas Covid-19 mencatat Indonesia ketambahan 793 kasus baru pada Kamis (13/1/2022). Total kasus Covid-19 di Tanah Air saat ini berjumlah 4.268.890.

Dikutip dari Covid19.go.id, kasus sembuh bertambah 385 dan kematian bertambah 5 kasus. Jumlah kasus aktif naik 403 kasus menjadi 7.388 kasus. Artinya, saat ini sebanyak 7.388 orang di Indonesia masih dinyatakan positif Covid-19.

Diketahui kasus positif Covid-19 pertama diumumkan pada 2 Maret 2020 silam. Hingga saat ini, total kematian yang tercatat akibat virus corona berjumlah 144.155. Angka tersebut mencapai 3,4 persen dari total kasus saat ini.

Sedangkan total kasus kesembuhan berjumlah 4.117.347. Mencapai 96,5 persen dari total kasus.

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan memprediksi soal puncak gelombang varian Omicron di Indonesia.

PIDATO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Keterangan Pers Hasil Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Kantor Presiden, 10 Januari 2022 pada Senin (10/1/2022).
PIDATO - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan dalam Keterangan Pers Hasil Rapat Terbatas Evaluasi PPKM, Kantor Presiden, 10 Januari 2022 pada Senin (10/1/2022). (Tangkapan Layar Kanal Youtube Kemenko Bidang Kemaritiman dan Investasi RI)

Berdasarkan pengalaman dari negara lain, Luhut menyebut Indonesia akan mengalami puncak gelombang Omicron pada awal Februari 2022.

Baca juga: Data Kemenkes: 506 Orang Terpapar Varian Omicron

Ia menambahkan, gelombang Omicron akan mencapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari. "Dari hasil pengamatan terhadap pengalaman negara lain, varian Omicron menacapai puncaknya dalam kisaran waktu 40 hari, lebih cepat dari varian Delta."

"Untuk kasus Indonesia, kita perkiraan puncak gelombang Omicron awal Februari," kata Luhut, dikutip dari tayangan Youtube Kemenko Marves, Rabu (12/1/2021).

Di sisi lain, Luhut memperkirakan sebagian besar kasus Omicron akan bergejala ringan. Untuk itu, strategi penanganan Omicron akan berbeda dengan varian Delta.

"Sebagian besar kasus yang terjadi diperkiraan akan bergejala ringan, sehingga strateginya juga akan berbeda dengan varian delta," ujarnya. Luhut mengakui Indonesia sudah jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang Covid-19 Omicron.

Hal tersebut lantaran tingkat vaksinasi serta testing, tracing, dan treatment yang lebih tinggi dibanding tahun kemarin. "Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omciron."

"Tingkat vaksinasi kita sudah tinggi, kapasitas testing dan tracing juga sudah tinggi, sistem kesehatan juga sudah lebih baik, termasuk dalam hal obat-obatan," kata Luhut. (Tribunnews)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Update: Total 4.268.890 Infeksi Covid-19 di Indonesia, 7.388 Kasus Aktif

Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved