Wisuda Universitas Ichsan Gorontalo: Monir Menangis Dengar Anaknya Mifta Cum Laude

Lulus kuliah cum laude diidamkan mahasiswa. Tak heran banyak mahasiswa yang optimis mengejarnya.

Penulis: lodie tombeg | Editor: lodie tombeg
Tribun Gorontalo/ris
BANGGA - Miftahul Jannah Adnan bersama ibunya usai wisuda di Universitas Ichsan Gorontalo, Senin (27/12/2021). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo - Lulus kuliah cum laude diidamkan mahasiswa. Tak heran banyak mahasiswa yang optimis mengejarnya.

Misalnya Miftahul Jannah Adnan, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Ichsan Gorontalo. Dia tidak menyangka menyandang status sarjana kategori cum laude.

Miftahul, satu perempuan di antara 400-an wisudawan angkatan ke-24 Universitas Ichsan Gorontalo yang berhasil meraih sarjana di usia termuda, lulus dengan indeks prestasi kumulatif atau IPK 3,86, sangat memuaskan.

Menurutnya, mendapatkan status sebagai sarjana cum laude memang tidak pernah terbesit. Dia baru mengetahui saat gladi wisuda bersama para wisudawan lainnya bertempat di Balroom Grand Sumberia, sehari sebelum wisuda.

“Rasanya saat diapanggil untuk naik ke panggung itu bercampur aduk, ada rasa senang, gugup bahkan mau nangis, saya pun berharap dengan IPK yang diraih hari ini tidak membuat saya tinggi hati. Tentunya saya ingin prestasi ini menjadi salah satu instrument untuk dapat mengabdikan diri ke masyarakat sesuai dengan poin 3 tridarma perguruan tinggi.” tukasnya, Senin (27/12/2021).

Baca juga: Sandiaga Uno Jadi Cawapres Paling Favorit

Monir C Alimun, orangtua dari Mifta, berbangga diri karena dari 11 orang cum laude anaknya termasuk. Memang sejak ia duduk di bangku sekolah, Mifta selalu membanggakan orangtua dengan hasil prestasinya. Namun saat menyaksikan langsung ia menyandang kategori terbaik, air mata ini tiada hentinya berlinang.

“Alhamdulillah, saya tidak bisa bendung rasa senang ini hingga tak henti-hentinya air mata ini terus membasahi pipi, perjuangan ini memang saya rasakan karena sejak ia mahasiswa saya tidak pernah mundur untuk terus berusaha mengupayakan biaya perkuliahannya hingga ia lulus. Saya sangat berterima kasih pada Allah SWT yang telah menjawab semua perjuangan saya untuk menyekolahkan anak saya dengan susah payah. Saya pun berharap dari pihak pemerintah agar anak saya mendapatkan beasiswa agar dirinya bisa melanjutkan ke jenjang magister,” kata dia sambil membasuh air mata.

Monir berharap agar gelar yang diemban anaknya bisa diaplikasikan ke masyarakat, sebagai bentuk kontribusi untuk nusa dan bangsa. Untuk para wisudawan lainnya yang belum berkesempatan meraih kategori cumlaude, Monir berharap, agar tetap berupaya untuk menjadi yang terbaik di lingkungan kerja nanti. (ris)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved