Liga Spanyol
Real Madrid Kalahkan Sevilla 2-0, Kylian Mbappe Samai Rekor Cristiano Ronaldo
Real Madrid menutup tahun 2025 dengan kemenangan 2-0 atas Sevilla di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025) dini hari Wita.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kylian-Mbappe-melakukan-selebrasi-di-Santiago-Bernabeu.jpg)
Ringkasan Berita:
- Real Madrid menutup tahun 2025 dengan kemenangan 2-0 atas Sevilla
- Pertandingan berlangsung sengit dan diwarnai kontroversi
- Kylian Mbappe mencetak satu gol dan menyamai rekor Cristiano Ronaldo di Real Madrid
TRIBUNGORONTALO.COM – Real Madrid menutup tahun 2025 dengan kemenangan 2-0 atas Sevilla di Santiago Bernabeu, Minggu (21/12/2025) dini hari Wita.
Gol Jude Bellingham dan eksekusi penalti Kylian Mbappe yang menyamai rekor Cristiano Ronaldo menjadi penentu. Tetapi keputusan wasit dan sejumlah insiden di lapangan memicu perdebatan panas di antara pemain, pelatih, dan suporter.
Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Madrid langsung menekan, sementara Sevilla berusaha membalas dengan serangan cepat.
Namun sejak menit-menit awal, wasit sudah menjadi sorotan karena beberapa keputusan dianggap merugikan tim tamu.
Pada menit ke-5, Fran García mendapat peluang emas setelah menerima umpan Rodrygo.
Sepakan kerasnya ditepis kiper Odysseas. Sevilla memprotes karena menganggap ada pelanggaran sebelum bola dilepaskan, tetapi wasit tetap melanjutkan permainan.
Tiga menit berselang, Isaac nyaris mencetak gol untuk Sevilla. Tendangannya meleset tipis dari gawang Courtois. Para pemain Sevilla kembali mengeluh karena merasa Isaac dijatuhkan sebelum menembak, namun wasit menilai kontak tersebut tidak cukup untuk pelanggaran.
Sepuluh menit kemudian, Arda Guler memimpin serangan balik cepat dan memberikan bola kepada Mbappe. Tendangan sang bintang meleset tipis. Publik Bernabéu sempat menahan napas, sementara Sevilla menilai Guler melakukan handball sebelum mengoper bola.
Seiring waktu, Madrid menguasai jalannya pertandingan. Sevilla mencoba bertahan rapat, tetapi tekanan tuan rumah semakin intens.
Ketegangan meningkat karena beberapa pelanggaran keras tidak diganjar kartu oleh wasit.
Menit ke-38, Rodrygo melepaskan tendangan bebas akurat yang disundul Bellingham menjadi gol.
Sevilla langsung melayangkan protes karena menilai ada offside dalam proses gol. Wasit tetap mengesahkan, membuat bench Sevilla semakin panas.
Awal babak kedua, Alexis punya peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Courtois melakukan penyelamatan gemilang.
Sevilla kembali merasa dirugikan karena Alexis sempat ditarik oleh bek Madrid sebelum menembak, tetapi wasit tak bergeming.
Tak lama kemudian, Mbappe melakukan aksi solo melewati Gudelj dan Carmona. Tendangannya meleset tipis. Sevilla menilai Carmona dilanggar sebelum aksi Mbappe, tetapi wasit tetap melanjutkan permainan. Kontroversi semakin menumpuk.
Mbappe kembali menjadi sorotan ketika sundulannya membentur mistar gawang. Publik Bernabéu bersorak kecewa, sementara Sevilla menilai ada dorongan ilegal sebelum sundulan dilakukan.
Pada menit ke-52 dan 56, Isaac mendapat dua peluang beruntun. Courtois tampil luar biasa dengan penyelamatan gemilang. Sevilla merasa Isaac dijegal sebelum menembak, tetapi wasit tetap menganggap duel itu fair.
Kontroversi terbesar terjadi pada menit ke-68. Marcao diusir keluar setelah menerima kartu kuning kedua.
Sevilla menilai keputusan itu terlalu keras, sementara Madrid memanfaatkan keunggulan jumlah pemain untuk terus menekan.
Menit ke-78, Rodrygo melakukan aksi akrobatik di kotak penalti. Tendangannya ditepis Odysseas lalu membentur mistar. Madrid menuntut penalti karena menganggap Rodrygo dijatuhkan sebelum menembak, tetapi wasit menolak.
Titik panas laga terjadi pada menit ke-85. Rodrygo dijatuhkan oleh Juanlu, dan wasit menunjuk titik putih. Sevilla melayangkan protes keras, menilai kontak terlalu minim. Namun keputusan tetap berdiri.
Mbappe Samai Rekor Ronaldo
Mbappé mengeksekusi penalti dengan tenang, mencetak gol ke-59 sepanjang tahun 2025. Gol itu menyamai rekor Cristiano Ronaldo yang bertahan sejak 2013. Selebrasi Mbappéle meniru gaya idolanya, menambah dramatis suasana.
Setelah penalti, Sevilla kehilangan konsentrasi. Madrid terus menekan, sementara tim tamu sibuk melayangkan protes.
Wasit harus beberapa kali menenangkan pemain yang emosinya memuncak.
Hingga menit akhir, Courtois tampil sebagai tembok kokoh. Beberapa peluang Sevilla berhasil digagalkan. Madrid menjaga gawang tetap bersih.
Media Spanyol langsung menyoroti keputusan wasit. Penalti Mbappe dan kartu merah Marcão menjadi headline utama. Banyak yang menilai kemenangan Madrid tidak sepenuhnya bersih.
Pelatih Sevilla menyebut wasit merusak jalannya pertandingan.
Ia menilai timnya layak mendapat hasil lebih baik jika keputusan-keputusan krusial tidak merugikan mereka.
Meski bersorak atas kemenangan, sebagian suporter Madrid mengakui penalti Mbappe terlalu kontroversial. Namun mereka tetap bangga karena sang bintang menyamai rekor Ronaldo.
Xabi Alonso Angkat Bicara
Pelatih Madrid, Xabi Alonso, menegaskan timnya pantas menang. Ia menolak anggapan bahwa wasit membantu Madrid, dan menyebut kerja keras pemain sebagai kunci.
Gol pembuka Bellingham kembali menunjukkan konsistensinya sebagai gelandang produktif. Meski golnya diperdebatkan, ia tetap menjadi bagian penting kemenangan Madrid.
Real Madrid menutup tahun dengan tiga poin, tetapi kontroversi di Bernabeu akan terus dibicarakan. Kemenangan 2-0 atas Sevilla bukan hanya soal skor, melainkan juga soal drama, keputusan wasit, dan rekor bersejarah Mbappe.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.