SEPAK BOLA
City Taklukkan Madrid 2-1, Guardiola Justru Kritik Timnya Sendiri
Pep Guardiola menegaskan Manchester City masih harus banyak berbenah jika ingin menjuarai Liga Champions, meski baru saja mencatat kemenangan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Pep-Guardiola-konfrens.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pep Guardiola menegaskan Manchester City masih harus banyak berbenah jika ingin menjuarai Liga Champions, meski baru saja mencatat kemenangan bersejarah di markas Real Madrid.
City membuat publik Santiago Bernabeu terdiam pada Rabu malam setelah membalikkan keadaan dan menang 2-1.
Hasil ini menambah tekanan terhadap pelatih Real Madrid, Xabi Alonso, yang sedang disorot akibat rangkaian hasil buruk.
Kemenangan tersebut membawa City naik ke posisi keempat fase liga Liga Champions, sekaligus mengembalikan momentum mereka setelah kekalahan dari Bayer Leverkusen bulan lalu. Namun Guardiola menilai performa itu belum cukup.
“Kami mendapat pengalaman bagus di sini. Kami merasakan tekanan dan akan ada banyak pelajaran untuk ke depan,” kata Guardiola.
Ia menegaskan bahwa meski tampil ngotot, City belum mencapai level yang dibutuhkan untuk melaju jauh.
“Level itu belum cukup. Para pemain sudah berjuang keras, tetapi kami masih harus banyak memperbaiki diri. Dalam lima tahun terakhir kami sering bertemu mereka, berulang kali bertempur. Bahkan kami pernah bermain jauh lebih baik dari ini, tapi tetap tidak menang. Itulah kenyataannya,” ujarnya.
Guardiola bahkan menilai timnya belum siap untuk babak semifinal.
“Kami belum siap. Masih jauh. Februari nanti kami akan lebih baik. Jangan salah paham, menang di Bernabeu itu tugas yang sangat berat. Tapi untuk tiba di level semifinal, permainan kami saat ini belum cukup,” tegasnya.
Pada laga tersebut, Madrid tampil dominan di awal dan unggul lebih dulu lewat gol Rodrygo.
City kemudian bangkit lewat sontekan jarak dekat Nico O’Reilly dan penalti Erling Haaland sebelum turun minum.
Guardiola mengakui timnya kesulitan di fase awal pertandingan.
“Sebelum gol pertama, mereka jauh lebih baik. Setiap kali kami kehilangan bola, kami dihukum, terutama oleh Rodrygo. Mereka punya kualitas itu, dan di fase akhir pertandingan kami harus tampil lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, posisi Xabi Alonso sebagai pelatih Real Madrid kian tertekan. Laporan lokal bahkan menyebutkan ia bisa dipecat jika Madrid kalah dari City.
Meski spekulasi soal masa depannya semakin kuat, Alonso menilai para pemainnya sudah tampil habis-habisan.
“Pertandingan ini sangat berat. Kami memulai dengan baik lewat gol Rodrygo dan memiliki peluang lain, sesuai rencana yang kami inginkan,” kata Alonso.
Namun kata dia, dalam 10 menit, lawan membalikkan keadaan, tapi tim tetap mencoba.
Terutama, timnya tidak kehilangan keyakinan di babak kedua meski menghadapi banyak kesulitan dan cedera.
“Para pemain sudah memberikan napas terakhir mereka. Tidak ada yang perlu saya sesalkan. Saya berterima kasih atas sikap mereka yang tidak menyerah. Kami akan terus percaya. Saya yakin kami bisa tampil lebih baik.”
Dengan kemenangan ini, City pulang dari Bernabeu dengan tiga poin krusial, tetapi juga evaluasi keras dari pelatihnya sendiri.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.