Universitas Negeri Gorontalo
Sambut Kunjungan Wakil Dubes Australia, UNG Gorontalo Perkuat Kolaborasi Pendidikan hingga Riset
UNG perkuat jejaring internasional lewat kunjungan Wakil Dubes Australia, bahas pengembangan riset dan kolaborasi pendidikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Bersama-Wakil-Dubes-Australia-Rektor-UNG-Bahas-Monitoring-Kolaborasi.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wakil Dubes Australia untuk Indonesia, Gita Kamath, mengunjungi UNG untuk memperkuat kerja sama internasional.
- Kolaborasi UNG dan mitra Australia mencakup pendidikan, penelitian, hingga pengabdian masyarakat.
- Peneliti UNG mempresentasikan capaian riset dan program kolaborasi yang berdampak bagi masyarakat.
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Komitmen Universitas Negeri Gorontalo dalam memperluas jejaring internasional kembali diperkuat melalui kunjungan kehormatan Australian Deputy Ambassador to Indonesia, Gita Kamath, pada Senin (18/5).
Agenda tersebut menjadi langkah strategis dalam mempererat hubungan kerja sama antara UNG dengan berbagai mitra pendidikan dan penelitian dari Australia.
Kehadiran Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia disambut langsung oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama dan Sistem Informasi UNG, Harto Malik, yang hadir mewakili Rektor UNG bersama jajaran pimpinan universitas lainnya.
Baca juga: FEB UNG Perkuat Budaya Akademik dan Riset melalui Pelatihan Penulisan Artikel Scopus
Penguatan Kolaborasi Internasional UNG
Dalam kunjungannya, Gita Kamath menjelaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari kunjungan kerja untuk memperkuat komunikasi dan silaturahmi dengan pimpinan universitas, sekaligus melakukan monitoring terhadap sejumlah program kolaborasi yang selama ini telah berjalan bersama UNG.
Kerja sama antara UNG dan mitra Australia mencakup berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Kolaborasi tersebut dinilai memberikan dampak positif dalam mendukung pengembangan kapasitas akademik serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Baca juga: UMKM di Kampus 1 Universitas Negeri Gorontalo Jadi Peluang Usaha Menjanjikan
“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk melihat langsung perkembangan kolaborasi yang telah berjalan bersama UNG, sekaligus memperkuat komunikasi untuk pengembangan kerja sama di masa mendatang,” ujar Gita.
Menurutnya, hubungan yang terus terjalin dengan perguruan tinggi di Indonesia, termasuk UNG, menjadi bagian penting dalam mendorong terciptanya kolaborasi internasional yang berkelanjutan dan memberikan manfaat luas bagi dunia pendidikan.
Baca juga: Rektor UNG Apresiasi Capaian FMIPA, Prodi Pendidikan Biologi Raih Predikat Unggul
UNG Perluas Jejaring Global dan Riset Bersama
Sementara itu, Harto Malik menyampaikan apresiasi atas kunjungan Australian Deputy Ambassador to Indonesia ke kampus kerakyatan UNG.
Ia menilai kunjungan tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring global universitas.
“Kerja sama internasional menjadi salah satu langkah strategis UNG dalam meningkatkan kualitas pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Ibu Gita Kamath tentu menjadi energi positif bagi penguatan kolaborasi yang telah terbangun,” ungkap Harto.
Pada kesempatan itu, kegiatan monitoring juga dimanfaatkan para peneliti UNG untuk memaparkan berbagai perkembangan program kolaborasi bersama mitra Australia yang telah berjalan dalam beberapa tahun terakhir.
Berbagai capaian riset hingga kegiatan pengabdian kepada masyarakat dipresentasikan sebagai bentuk implementasi nyata kerja sama internasional yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Melalui kunjungan tersebut, Universitas Negeri Gorontalo kembali menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan kolaborasi global yang mampu mendukung peningkatan kualitas tridharma perguruan tinggi, baik di tingkat nasional maupun internasional. (***/UNG)