Jumat, 24 April 2026

PEMPROV GORONTALO

Dukung Program Presiden, Gubernur Gusnar: Anggaran Pusat Harus Berputar di Gorontalo

Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai program prioritas Presiden di daerah. 

Tayang:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
Ringkasan Berita:
  • Mengingat keterbatasan APBD, Pemprov Gorontalo aktif menjemput bola ke pusat untuk menyelaraskan program nasional guna menggerakkan ekonomi lokal 
  • Pembangunan infrastruktur besar terus dikebut, termasuk proyek Bendungan Bulango Ulu yang sudah mencapai 92,8 persen, serta pengembangan bandara untuk target Embarkasi Haji penuh tahun 2028
  • Pemerintah daerah tengah mengawal perubahan status IAIN Sultan Amai menjadi UIN yang kini berada di tahap Sekretariat Negara, serta mengembangkan program Sekolah Rakyat

 

TRIBUNGORONTALO.COM – Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam mendukung berbagai program prioritas Presiden di daerah. 

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menegaskan bahwa keberhasilan program nasional di daerah menjadi salah satu kunci menggerakkan ekonomi lokal, terutama di tengah keterbatasan fiskal daerah.

Menurut Gusnar, dukungan terhadap program pusat seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), koperasi desa merah putih, sekolah rakyat, hingga hilirisasi, bukan sekadar menjalankan kebijakan, tetapi bagian dari strategi ekonomi daerah.

“Dengan adanya program ini anggaran itu bisa berputar di Gorontalo. Dengan keterbatasan fiskal daerah, program nasional yang dilaksanakan di daerah bisa dilihat dari makro ekonomi,” ujar Gusnar.

Ia menjelaskan, kapasitas APBD Gorontalo yang relatif kecil membuat pemerintah daerah tidak bisa bekerja sendiri dalam membangun berbagai sektor. 

Karena itu, sinergi dengan pemerintah pusat menjadi langkah strategis yang terus diperkuat melalui komunikasi intens dan pendekatan berbasis data.

“Tidak sekadar proposal, tapi harus argumentatif dan berbasis kajian. Itu yang kita lakukan saat ke Jakarta,” katanya.

Sejumlah program nasional kini mulai menunjukkan progres di Gorontalo. 

Program MBG misalnya, terus mengalami peningkatan meski belum mencapai target. 

Pemerintah juga memperketat pengawasan, bahkan menutup sementara beberapa Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum memenuhi standar.

Di sektor koperasi, sebanyak 729 desa telah memiliki koperasi berbadan hukum, meski baru sebagian kecil yang aktif menjalankan usaha. 

Sementara program sekolah rakyat dan SMA Garuda masih dalam tahap pengembangan, dengan sejumlah daerah telah menyiapkan lahan dan konstruksi awal.

Tak hanya itu, program hilirisasi jagung yang mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp1,4 triliun menjadi salah satu langkah besar yang diharapkan mampu mengangkat ekonomi masyarakat.

“Kalau ini berjalan, masyarakat terutama desil satu dan dua bisa ikut terlibat. Saya yakin kemiskinan bisa menurun,” tegasnya.

PODCAST -- Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo saat hadir di TribunPodcast Rabu 22/4/2026.
PODCAST -- Gusnar Ismail, Gubernur Gorontalo saat hadir di TribunPodcast Rabu 22/4/2026. (TribunGorontalo.com)

 

Baca juga: Kisah Gubernur Gusnar Ismail Lobi Subuh ke Menteri demi Bangun Gorontalo

Gusnar juga mengakui intensitas kunjungannya ke Jakarta bukan tanpa alasan. Hampir seluruh kunjungan tersebut sudah terjadwal untuk bertemu kementerian terkait.

“Kalau saya bolak-balik Jakarta, itu sudah pasti ada agenda bertemu menteri. Kita harus jemput bola,” tandasnya. 

Embarkasi Haji hingga Bendungan Bulango Ulu Dikebut

Sejumlah proyek strategis di Provinsi Gorontalo terus dikebut pengerjaannya, mulai dari pembangunan embarkasi haji, peningkatan status IAIN menjadi UIN, hingga penyelesaian Bendungan Bulango Ulu.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, memastikan ketiga proyek tersebut menjadi prioritas karena berdampak langsung pada pelayanan masyarakat dan pertumbuhan daerah.

Untuk embarkasi haji, Gusnar menyebut saat ini sudah mulai dikerjakan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan.

“Tahun ini pembangunan apron parkir pesawat berbadan lebar sudah berjalan, tahun depan dilanjutkan runway. Tahun 2027 selesai dan 2028 sudah bisa embarkasi haji,” jelasnya.

Ia bahkan menargetkan sebelum resmi digunakan untuk haji, bandara tersebut bisa dimanfaatkan untuk penerbangan umrah langsung dari Gorontalo.

“Kalau bisa 2027 sudah kita coba penerbangan langsung untuk umrah. Data kita tahun 2024 ada sekitar 3 ribu jamaah,” tambahnya.

Sementara itu, rencana perubahan status IAIN Sultan Amai menjadi UIN kini telah memasuki tahap penting di tingkat pusat.

“Sekarang progresnya sudah di meja Sekretariat Negara. Tinggal menunggu pembahasan lintas kementerian,” ungkap Gusnar.

Ia menilai perubahan status tersebut akan membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pendidikan tinggi di Gorontalo, baik dari sisi program studi maupun jumlah mahasiswa.

Di sektor infrastruktur, Bendungan Bulango Ulu yang menjadi salah satu proyek strategis nasional juga hampir rampung.

“Progresnya sudah 92,8 persen, tinggal sekitar 7 persen lagi,” kata Gusnar.

Namun, penyelesaian akhir masih menunggu ketersediaan anggaran sekitar Rp500 miliar dari pemerintah pusat.

Gusnar berharap proyek tersebut bisa segera diselesaikan karena memiliki dampak besar terhadap ketahanan pangan dan pengendalian banjir di Gorontalo. (***)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved