Natal di Gorontalo
Alasan Jemaat Gereja Santo Kristoforus Gorontalo Ibadah Natal 2025 di Sekolah
Perayaan Natal 2025 bagi umat Katolik di Kota Gorontalo kembali digelar di luar gereja utama. Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/NATAL-2025-Gereja-Katolik-Paroki-Santo-Kristoforus-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Perayaan Natal 2025 bagi umat Katolik di Kota Gorontalo kembali digelar di luar gereja utama.
Pembangunan Gereja Katolik Paroki Santo Kristoforus Gorontalo hingga kini masih dalam tahap proses.
Akibatnya, harus memindahkan ibadah Natal ke Aula Persekolahan Santa Maria.
Pastur Paroki Santo Kristoforus Gorontalo, Berti Rumondor, menjelaskan bahwa keterbatasan fasilitas menjadi alasan utama pemindahan lokasi ibadah.
Aula sekolah tersebut hanya mampu menampung sekitar 300 hingga 350 jemaat dalam perayaan Natal tahun ini.
Pembangunan gereja yang dimulai sejak tahun 2023 itu belum sepenuhnya rampung.
Baca juga: Gereja City Harvest Gorontalo Rampungkan Kesiapan Natal, Jemaat Diperkirakan Capai 500 Orang
Meski demikian, bentuk bangunan utama gereja sudah mulai terlihat.
Pantauan TribunGorontalo.com di lokasi menunjukkan aktivitas pembangunan masih berlangsung, dengan sejumlah pekerja tampak beraktivitas di dalam area gereja.
Di bagian depan, juga terpasang baliho ucapan selamat Natal sebagai sukacita umat di tengah proses pembangunan.
Berti optimistis pembangunan gereja akan segera diselesaikan tahun depan.
“Tahun depan selesai, mungkin bulan Agustus selesai,” pungkasnya.
Ia menambahkan bahwa jika sesuai dengan perencanaan, umat Katolik sudah bisa kembali merayakan Natal di Gereja Paroki Santo Kristoforus pada tahun berikutnya.
Dalam perayaan Natal tahun ini, umat Katolik mengusung tema nasional Natal yang menekankan pentingnya peran keluarga dalam kehidupan bermasyarakat.
“Tema ini diangkat untuk melihat dinamika bermasyarakat berawal dari keluarga dan berdampak pada keluarga,” ujarnya.
Berti juga memaparkan gambaran jumlah dan sebaran umat Katolik di Provinsi Gorontalo.
Menurutnya, secara keseluruhan terdapat sekitar 2.000 umat Katolik yang tersebar di beberapa wilayah.
Gereja Katolik berada di Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo, dan Gorontalo Utara.
“Kita punya wilayah pelayanan lain di Pohuwato itu ada delapan gereja,” pungkasnya. (*)