Aleg DPRD Gorontalo Dianiaya
Breaking News: Rachmat Gobel Datangi Polda Gorontalo Terkait Kasus Mikson Yapanto
Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, mendatangi Mapolda Gorontalo pada Selasa (16/12/2025).
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Rachmat-Gobel-pria-berkemeja-abu-abu-mendatangi-Polda-Gorontalo.jpg)
Ringkasan Berita:
- Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, mendatangi Mapolda Gorontalo bersama jajaran Nasdem
- Mikson, anggota DPRD Provinsi Gorontalo, melaporkan insiden dugaan kekerasan di Kantor DPD Nasdem yang dipicu polemik tambang Bone Bolango
- Sejumlah penambang membantah tudingan penganiayaan, menyebut insiden hanya berupa tarik-menarik tanpa pemukulan
TRIBUNGORONTALO.COM – Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, mendatangi Mapolda Gorontalo pada Selasa (16/12/2025).
Ia tiba sekitar pukul 08.20 Wita bersama sejumlah politisi Nasdem Gorontalo.
Informasi yang dihimpun TribunGorontalo.com, sosok yang akrab disapa Kaka RG ini dijadwalkan menjalani proses Restorative Justice (RJ) terkait dugaan penganiayaan terhadap anggota partainya, Mikson Yapanto.
Namun, hal tersebut belum dapat dipastikan karena hingga saat ini pertemuan masih berlangsung tertutup.
Dari pantauan TribunGorontalo.com, Mikson, sejumlah penambang, serta kuasa hukum sudah berada di Mapolda Gorontalo sejak pagi. Saat tiba, Rachmat langsung memasuki lobi utama Mapolda.
Kronologi Insiden
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Fraksi Nasdem, Mikson Yapanto, melaporkan insiden yang dialaminya di Kantor DPD Nasdem Provinsi Gorontalo pada Jumat (28/11/2025).
Ia mengaku mendapat perlakuan kekerasan dari sekelompok orang terkait polemik tambang di Kabupaten Bone Bolango.
Menurut Mikson, pertemuan yang awalnya dijadwalkan melalui pesan singkat berlangsung di Kantor DPD Nasdem.
Namun, situasi berubah menegangkan hingga terjadi kontak fisik yang mengenai bagian lehernya. Ia menilai video yang beredar di publik tidak menggambarkan kejadian secara utuh.
Setelah ketegangan mereda, kedua pihak sepakat melanjutkan pembicaraan di sebuah kafe. Mikson menegaskan bahwa langkahnya terkait aktivitas tambang merupakan bagian dari instruksi presiden mengenai penindakan tambang ilegal.
Sebagai anggota Pansus Pertambangan DPRD Provinsi Gorontalo, ia melakukan sidak di Kecamatan Suwawa Timur dan Suwawa Tengah tanpa pemberitahuan resmi agar data yang diperoleh lebih faktual.
Mikson menekankan bahwa tindakannya sejalan dengan instruksi presiden untuk menindak tambang ilegal yang membahayakan masyarakat dan lingkungan.
Usai insiden, Mikson melaporkan kasus tersebut ke Polda Gorontalo pada Senin malam (15/12/2025). Ia menyebut mendapat dukungan penuh dari Fraksi dan petinggi Partai Nasdem Gorontalo.
Sementara itu, sejumlah penambang di Kecamatan Suwawa, Kabupaten Bone Bolango, membantah tudingan penganiayaan terhadap Mikson. Mereka menegaskan insiden pada Kamis (27/11/2025) hanya berupa tarik-menarik tanpa adanya pemukulan.
Penambang Suwawa, Iskandar Alaina, menjelaskan bahwa pertemuan dengan Mikson berawal dari keinginan mereka meminta klarifikasi atas pernyataan di media sosial yang dianggap menyudutkan.
Pertemuan pertama berlangsung di Warkop Amal sebelum Mikson mengajak pindah ke Kantor DPW Nasdem.
Menurut Iskandar, tensi meningkat karena perdebatan tajam, namun tidak ada aksi pemukulan. Ia menambahkan bahwa dirinya justru berusaha menenangkan situasi dengan mengajak Mikson masuk ke ruangan.
Iskandar menyayangkan framing negatif terhadap penambang di media sosial. Ia menegaskan tidak ada ancaman penculikan maupun penggunaan senjata tajam. Bahkan, menurutnya, sebelum pertemuan selesai kedua pihak sudah saling meminta maaf dan berjabat tangan.
Meski kaget dengan laporan Mikson ke Polda, para penambang menyatakan siap mengikuti proses hukum dan menegaskan perjuangan mereka terkait tambang adalah demi penghidupan banyak keluarga.
(TribunGorontalo.com/Herjianto Tangahu)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.