Sabtu, 21 Maret 2026

Banjir Sumatera

Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera

Sejumlah organisasi mahasiswa di Gorontalo kompak menggalang dana untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Tayang:
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Fadri Kidjab
zoom-inlihat foto Organisasi Mahasiswa Gorontalo Kompak Galang Dana untuk Korban Banjir Sumatera
TribunGorontalo.com/Jefry Potabuga
GALANG DANA — Sejumlah organisasi mahasiswa di Gorontalo kompak menggalang dana untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. 

TRIBUNGORONTALO.COM – Sejumlah organisasi mahasiswa di Gorontalo kompak menggalang dana untuk korban banjir di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Aksi kemanusiaan ini dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa Bolaang Mongondow Raya (BMR), Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Gorontalo (HIMAKOM UNG), serta Kesatuan Pelajar Mahasiswa Muna Indonesia (KEPMMI) Gorontalo.

Ketua Aliansi Mahasiswa BMR, Kristopan Manoppo, mengatakan penggalangan dana dilakukan di sejumlah titik di Kota Gorontalo, di antaranya Perempatan SMP Negeri 6 Gorontalo, kawasan Citimall Gorontalo, Perempatan Gelael, serta beberapa lampu merah lainnya.

“Kegiatan yang kami lakukan sama seperti penggalangan dana pada umumnya. Di setiap simpang ada teman-teman yang berdiri, sementara satu orang orator memberikan edukasi kepada masyarakat,” ujar Kristopan saat dihubungi melalui WhatsApp, Sabtu (13/12/2025).

Aksi tersebut melibatkan berbagai paguyuban mahasiswa Bolaang Mongondow Raya yang ada di Gorontalo.

Kristopan menyebut respons masyarakat cukup tinggi, dengan pemasukan dana mencapai Rp3 juta hingga Rp4 juta per hari. Kegiatan itu direncanakan berlangsung selama empat hari.

“Alhamdulillah, kami sangat mengapresiasi masyarakat Gorontalo atas partisipasi dalam kegiatan ini,” katanya.

Menurut Kristopan, aksi tersebut merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk membantu sesama yang tertimpa musibah. Ia menegaskan tidak ada alasan untuk bersikap acuh terhadap penderitaan korban bencana.

“Sudah menjadi tanggung jawab setiap insan untuk membantu saudaranya yang kesusahan,” ucapnya.

Baca juga: BREAKING NEWS: Motor Milik Jurnalis Gorontalo Dicuri, Polisi Buru Pelaku

Terkait penyaluran donasi, pihak aliansi masih berkomunikasi dengan sejumlah lembaga agar bantuan benar-benar sampai kepada korban dan dikelola oleh pihak yang dapat dipercaya.

“Donasi hari ini merupakan harapan dari korban bencana, sehingga kami ingin perantara yang menyalurkan benar-benar bisa dipercaya,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIMAKOM UNG, Rizky Detuage, mengatakan penggalangan dana tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam di Sumatera.

“Melalui aksi ini, kami berharap bantuan yang dikumpulkan dari masyarakat bisa meringankan beban saudara-saudari kita di Pulau Sumatera,” kata Rizky.

Ia menambahkan, hasil penggalangan dana HIMAKOM UNG akan disalurkan melalui koordinasi dengan komunitas Turun Tangan pusat dan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

Selain itu, Ketua Umum KEPMMI Gorontalo, Dikma Wulanbsari, mengatakan pihaknya menurunkan sekitar 20 mahasiswa dalam kegiatan penggalangan dana tersebut.

Menurutnya, aksi ini menjadi kegiatan penggalangan dana pertama yang dilakukan organisasinya pada sore hari di simpang empat SMPN 6 Kota Gorontalo.

“Untuk sementara, penggalangan dana direncanakan mulai hari ini sampai Minggu, namun tidak menutup kemungkinan waktunya akan diperpanjang,” ujarnya.

Dikma menjelaskan, penggalangan dana dimulai sekitar pukul 14.30 Wita hingga selesai salat Isya, dengan menyesuaikan kondisi cuaca. Titik penggalangan juga bersifat fleksibel sesuai situasi di lapangan.

Ia menyebut aksi tersebut dilakukan karena besarnya dampak bencana banjir di Sumatera yang menyebabkan banyak warga kehilangan harta benda.

“Kami berinisiatif setidaknya bisa meringankan beban saudara-saudara kita di sana,” katanya.

Dikma berharap masyarakat Gorontalo dapat ikut berpartisipasi membantu korban bencana melalui donasi agar para korban bisa kembali tersenyum.

Aksi penggalangan dana ini dilakukan menyusul bencana hidrometeorologi berupa banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatera sejak akhir November 2025.

Curah hujan tinggi yang terjadi secara terus-menerus memicu luapan sungai dan pergerakan tanah di beberapa daerah.

Wilayah terdampak meliputi Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Banjir merendam permukiman warga, merusak fasilitas umum, serta memutus akses transportasi di sejumlah titik.

Sementara itu, tanah longsor terjadi di daerah perbukitan dan menimbun rumah warga serta akses jalan.

Di Aceh, banjir terjadi di beberapa kabupaten dan kota setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang. 

Air menggenangi rumah warga hingga ketinggian tertentu dan memaksa sebagian masyarakat mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

Kondisi serupa juga terjadi di Sumatera Utara. Luapan sungai dan longsor menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat, terutama di wilayah dataran rendah dan kawasan perbukitan. Sejumlah warga dilaporkan harus meninggalkan rumah untuk menghindari risiko bencana lanjutan.

Sementara di Sumatera Barat, banjir bandang dan longsor berdampak cukup luas. Sejumlah daerah mengalami kerusakan parah pada permukiman warga dan infrastruktur. 

Aktivitas ekonomi masyarakat terhenti akibat akses jalan yang terputus dan fasilitas publik yang terdampak.

Berdasarkan data sementara, bencana ini menyebabkan ratusan korban jiwa serta ratusan ribu warga terdampak dan mengungsi. 

Ribuan rumah dilaporkan mengalami kerusakan dengan tingkat yang bervariasi, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat.

Kerugian materiil akibat bencana tersebut diperkirakan mencapai triliunan rupiah. 

Perhitungan kerugian masih terus dilakukan seiring dengan proses pendataan di lapangan.

Selain dampak fisik, bencana ini juga memengaruhi kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Banyak warga kehilangan harta benda dan sumber mata pencaharian, sehingga membutuhkan bantuan logistik dan dukungan pemulihan pascabencana.

Berbagai pihak terus melakukan upaya penanganan darurat dan penyaluran bantuan bagi korban terdampak. Bantuan yang disalurkan meliputi kebutuhan pokok, layanan kesehatan, serta dukungan bagi warga yang mengungsi.

Bencana di Sumatera ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem serta perlunya mitigasi bencana secara berkelanjutan, khususnya di wilayah rawan banjir dan longsor. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved