Pemkab Pohuwato
Bupati Saipul Mbuinga Kawal Pencetakan Sawah 5.642 H, Pohuwato Siap Jadi Lumbung Pangan Gorontalo
Kabupaten Pohuwato menegaskan kesiapannya menjadi salah satu lumbung pangan baru di Provinsi Gorontalo.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Wawan Akuba
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/PANGAN-Bupati-Pohuwato-Saipul-Mbuinga-paling-kanan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Kabupaten Pohuwato menegaskan kesiapannya menjadi salah satu lumbung pangan baru di Provinsi Gorontalo.
Hal itu ditandai dengan dimulainya program pencetakan sawah seluas 5.642 hektare di Desa Manunggal Karya, Kecamatan Randangan, yang dikawal langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, bersama Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, Senin (8/12/2025).
Sejak pagi hari, Bupati Saipul Mbuinga sudah berada di lokasi untuk memastikan seluruh persiapan ground breaking berjalan sesuai rencana.
Ia menyambut langsung kedatangan Gubernur Gusnar Ismail di lokasi kegiatan sebelum bersama-sama menuju titik awal proyek yang telah ditetapkan.
Dari pantauan di lapangan, sejumlah alat berat tampak telah bersiaga. Ekskavator dan traktor-traktor besar berjajar di lokasi, menandai kesiapan penuh Pemerintah Kabupaten Pohuwato dalam mendukung pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Tak hanya menghadirkan kesiapan teknis, kehadiran Bupati Saipul Mbuinga juga menjadi simbol dukungan penuh pemerintah daerah terhadap percepatan pembangunan sektor pertanian di wilayah barat Provinsi Gorontalo.
Baca juga: Kinerja Ngebut! PUPR Provinsi Gorontalo Tuntaskan Proyek Strategis Tepat Waktu
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Komandan Korem 133/Nani Wartabone, Brigjen TNI Hardo Sihotang.
Keterlibatan unsur TNI, menurut pemerintah daerah, menjadi bentuk sinergi lintas sektor untuk memastikan kegiatan berjalan aman, lancar, dan terkendali.
Dalam sambutannya, Gubernur Gusnar Ismail mengapresiasi kesiapan Pohuwato, khususnya peran Bupati Saipul Mbuinga, yang dinilai cepat merespons arahan dan program dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Ia menegaskan bahwa meski banyak daerah tengah menghadapi pemotongan anggaran, Pohuwato justru mendapat ruang besar untuk mendorong pembangunan sektor pangan.
“Kita ini sedang mengalami pemotongan anggaran di seluruh daerah, tetapi pemerintah pusat tetap memberikan ruang yang cukup besar untuk pembangunan sektor pangan di Gorontalo, khususnya di Pohuwato,” ujar Gusnar.
Menurut gubernur, hal tersebut tidak terlepas dari kesiapan daerah dalam menindaklanjuti setiap program yang ditawarkan pemerintah pusat.
Salah satu contohnya adalah pengiriman 58 unit traktor dari Kementerian Pertanian yang diputuskan dalam waktu singkat setelah pertemuan di Jakarta.
“Keputusan cepat itu tentu tidak lepas dari kesiapan daerah, termasuk bagaimana Pohuwato menunjukkan keseriusannya menyiapkan lahan dan petani,” ungkap Gusnar.
Lebih jauh, Gusnar menjelaskan bahwa rencana pencetakan sawah ini semula disepakati seluas 5.000 hektare untuk tahap awal, kemudian bertambah sekitar 200 hektare, sehingga total saat ini mencapai 5.642 hektare.
Angka tersebut menurutnya bisa kembali bertambah setelah kementerian melihat potensi dan kesiapan lanjutan di Pohuwato, terutama dengan dukungan Bendungan Randangan sebagai sumber pengairan utama.
Bahkan, saat berada di lokasi, Gusnar menerima laporan bahwa sekitar seribu hektare lahan tambahan masih dalam proses persiapan untuk tahap berikutnya.
“Tadi baru duduk, sudah ada laporan tambahan bahwa sekitar seribu hektare lagi sedang disiapkan untuk tahapan berikutnya. Artinya program ini tidak berhenti di angka awal,” jelasnya.
Sementara itu, Bupati Pohuwato, Saipul Mbuinga, menyatakan bahwa pemerintah kabupaten siap mengerahkan seluruh perangkat daerah dan kelompok tani untuk menyukseskan program ini.
Ia menegaskan, pencetakan sawah ini tidak hanya akan meningkatkan produksi beras, tetapi juga membuka lapangan kerja baru serta memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah Randangan dan sekitarnya.
“Kami di daerah siap bergerak cepat. Mulai dari penyiapan lahan, pendampingan petani, hingga distribusi bantuan akan kami kawal bersama seluruh OPD dan kelompok tani,” ujar Saipul.
Selain sawah, Pohuwato juga mendapat dukungan besar berupa bantuan benih jagung untuk sekitar 33.000 hektare.
Benih tersebut saat ini sudah mulai masuk melalui Pelabuhan Anggrek dan sebagian telah tersimpan di gudang.
Pemerintah Kabupaten Pohuwato menargetkan pendistribusian benih tersebut bisa segera dilakukan ke kelompok tani agar proses tanam tidak tertunda.
Luas lahan yang akan digarap itu setara dengan sekitar 35 kali luas wilayah Kota Gorontalo, menjadikan proyek ini sebagai salah satu program pertanian terbesar di wilayah timur Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Gusnar Ismail turut mengajak seluruh pihak di Pohuwato, terutama jajaran pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Saipul Mbuinga, untuk bergerak dalam satu ritme percepatan.
“Kalau ada hal yang perlu dipercepat, segera dipercepat. Pemerintah pusat sudah memberikan fasilitas, sekarang tinggal bagaimana kita di daerah menyelesaikannya bersama,” tegasnya.
Program pencetakan sawah di Kecamatan Randangan ini akan dilaksanakan secara bertahap, mengikuti kondisi lapangan dan kesiapan teknis, dengan target utama menjadikan Pohuwato sebagai salah satu sentra produksi pangan andalan di Provinsi Gorontalo. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.