Terpilih Jadi Ketua DPD PDIP Provinsi Gorontalo, Siapa Sebenarnya La Ode Haimudin?
La Ode Haimudin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo periode 2025–2030.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ketua-DPD-PDIP-Provinsi-Gorontalo-La-Ode-Haimudin-saat-diwawancarai-wartawan.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – La Ode Haimudin resmi ditetapkan sebagai Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo periode 2025–2030.
Pengesahan itu dibacakan oleh Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Ahmad Basara, dalam Konferensi Daerah (Konferda) yang digelar pada Selasa (2/12/2025).
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan DPP PDI Perjuangan yang ditetapkan di Jakarta pada 20 November 2025.
Selain mengesahkan La Ode sebagai ketua, DPP juga menetapkan Venny Rosdiana Anwar sebagai Bendahara DPD dan Dedi Hamzah sebagai Sekretaris untuk masa bakti yang sama.
Baca juga: Sosok Kristianto Ruchban, Kepala Disperindag Bone Bolango Gorontalo, Lengkap Harta Kekayaan
Usai penetapan, La Ode naik ke podium utama untuk membacakan komposisi kepengurusan DPD yang berjumlah 25 orang.
Satu per satu nama dipanggil ke depan sebagai tanda sahnya struktur organisasi baru PDIP Gorontalo.
Namun di balik langkah politiknya yang kini semakin mantap, banyak publik bertanya: siapa sebenarnya La Ode Haimudin?
Anak Desa yang Tumbuh dengan Hidup Serba Sederhana
La Ode Haimudin lahir di Kecamatan Lawa, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara, pada 1965.
Ia menghabiskan masa kecilnya dengan membantu orang tua berdagang sambil menjalani kehidupan sederhana di desa.
Selepas SMP, La Ode memutuskan merantau ke Kendari untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 1 Kendari.
Di ibu kota provinsi itu, ia tinggal bersama seorang sopir koperasi dan menetap di lereng pegunungan.
Baca juga: Sosok Basir Noho, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Bone Bolango Gorontalo
Setiap hari, ia harus menimba air dan memikulnya hingga ke rumah.
Hidup berat tak mematahkan semangatnya. Ia berkali-kali meraih peringkat pertama dan akhirnya lolos masuk Institut Pertanian Bogor (IPB) melalui jalur bebas tes pada tahun 1984.
Mengayuh Ojek hingga Buka Les Privat
Di IPB, La Ode hidup sangat pas-pasan. Kiriman orang tua hanya Rp75 ribu sekali dua bulan.
Untuk bertahan hidup, ia menjadi tukang ojek dan membuka les privat.
Pengalaman itu mengasah kemandirian dan mental organisasinya. Ia menjadi salah satu pendiri Ikatan Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Bogor.
Karier Profesional dan Titik Balik di Gorontalo
Setelah menyelesaikan kuliah, La Ode tidak mengikuti wisuda.
Ia langsung menerima tawaran bekerja di sebuah perusahaan kayu di Kalimantan selama enam bulan, sebelum kembali ke Jakarta.
Tak lama berselang, ia mendapat tawaran bekerja di Gorontalo. Keputusan itu mengubah jalan hidupnya.
Selain meniti karier hingga menjadi kepala cabang perusahaan di Manado pada 1996, ia juga menemukan jodohnya, seorang perempuan dari Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.
Terjun ke Politik karena Empati
Di era reformasi, gejolak politik terasa di mana-mana. Meski awalnya tidak berniat berkarier di dunia politik, La Ode mengaku tergerak oleh keluhan masyarakat yang merasa aspirasinya tak diperhatikan.
“Saya tidak pernah berpikir menjadi anggota DPRD, hanya karena hobi. Makanya sumber daya yang saya miliki, saya kerahkan untuk politik,” ujar La Ode dalam sebuah kesempatan.
Pada 2000, ia dipercaya menjabat Ketua DPC PDIP Kabupaten Boalemo.
Rekam jejaknya terus berlanjut hingga menjadi anggota DPRD Provinsi Gorontalo dan kini menjabat Wakil Ketua DPRD periode 2024–2029.
Mengendalikan PDIP Gorontalo
Sejak awal 2025, internal PDIP Gorontalo memasuki fase krusial. Penjaringan kandidat ketua berlangsung ketat, mulai dari tingkat bawah hingga psikotes dan fit and proper test.
La Ode, yang saat itu menjabat Sekretaris DPD, menjadi salah satu figur yang disebut-sebut memiliki peluang besar. Antusiasme kader pun tinggi.
“Banyak sekali yang masuk penjaringan, baik ketua DPD maupun DPC sudah sangat banyak,” ujar La Ode pada 22 September 2025.
Puncaknya terjadi pada Konferda 2 Desember 2025 kemarin, ketika namanya dibacakan sebagai Ketua DPD terpilih.
Dengan pengalaman panjang, kepemimpinan organisasi, dan rekam jejak politik yang kuat, La Ode Haimudin kini memegang kendali PDIP Gorontalo hingga 2030.
Dari anak desa yang hidup serba sulit, hingga kini menahkodai salah satu partai terbesar di Gorontalo, perjalanan La Ode menjadi gambaran bahwa kerja keras dan ketekunan mampu mengubah hidup seseorang.
(*)
| Golkar Gorontalo Dukung Wacana Kepala Daerah Dipilih DPRD, PDIP Tegas Menolak |
|
|---|
| PDIP Gorontalo Tegas Menolak Ide Kepala Daerah Dipilih DPRD, Tegaskan Pilihan Tetap di Tangan Rakyat |
|
|---|
| Ribka Tjiptaning Sindir Ketum Parpol yang “Hanya Panggul Beras” Saat Bencana Sumatera |
|
|---|
| La Ode Haimudin Beberkan Arah Politik PDIP Gorontalo Usai Resmi Nahkodai DPD 2025–2030 |
|
|---|
| Daftar Nama Struktur DPD PDI Perjuangan Provinsi Gorontalo Masa Bakti 2025-2030 |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.