Minggu, 31 Mei 2026

PEMPROV GORONTALO

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Cek Pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Progres 90 persen

Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango memasuki tahap akhir. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Wawan Akuba
zoom-inlihat foto Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail Cek Pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Progres 90 persen
Tribunnews.com
PSN BENDUNGAN BULANGO ULU -- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, meninjau progres pembangunan Bendungan Bulango Ulu, Rabu (26/11/2025). 

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo -- Pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango memasuki tahap akhir. 

Bendungan raksasa yang mulai dikerjakan sejak 2019 ini menelan anggaran Rp2,46 triliun dengan kapasitas tampung air mencapai 93,549 juta meter kubik serta luas genangan 549,11 hektare.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, melakukan kunjungan lapangan dan langsung menerima penjelasan perkembangan proyek dari pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II, Rabu (26/11/2025) 

Ia menyebut pekerjaan fisik bendungan kini sudah mencapai lebih dari 90 persen.

"Ini adalah bagian yang akan digenangi kalau ini sudah rampung, ya sudah bisa ada penggenangan," ungkap Gusnar menunjuk kawasan proyek.

Menurut rencana, proses penggenangan awal Bendungan Bulango Ulu akan dimulai pada Maret 2026. 

"Rencana bulan Maret, dua kali musim hujan," ujarnya. 

Perhitungannya, dalam waktu satu tahun lebih setelah tahap awal pengisian, bendungan ini akan penuh.

Air yang mengisi bendungan berasal dari Sungai Mongiilo. 

Gusnar juga menegaskan bahwa proyek strategis ini rencananya akan diresmikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. 

"Kita usulkan, tapi tergantung waktunya Bapak Presiden," ujarnya. 

Ia menambahkan alasan pengusulan tersebut karena bendungan ini merupakan salah satu bendungan besar yang tersebar di Indonesia.

Tak hanya sebagai penyimpan air, Bendungan Bulango Ulu diproyeksikan membawa banyak manfaat strategis bagi Provinsi Gorontalo. 

Gusnar menyebut dampak pertama yang dirasakan masyarakat adalah suplai air bersih. 

"Yang pertama adalah tersedia ketersediaan air baku/air bersih, untuk kurang lebih 880 ribu kepala keluarga (KK)," ucapnya. 

Padahal, jumlah penduduk Gorontalo hanya sekitar 1,2 juta jiwa. 

Dengan begitu, kebutuhan air bersih untuk Kabupaten Bone Bolango, Kota Gorontalo, dan Kabupaten Gorontalo dipastikan terpenuhi.

Selain air bersih, bendungan ini juga menyimpan potensi energi baru terbarukan melalui pembangkit listrik tenaga surya. 

"Kurang lebih tadi 80 mega watt kalau saya tidak salah tangkap dari BWS," ungkap Gusnar. 

Hal ini diyakini akan membuka potensi baru pengembangan energi dan ekonomi.

Manfaat lain yang tak kalah penting adalah sektor pertanian. 

Gusnar menyebut bendungan ini akan mengairi area persawahan yang luas. 

"Ini akan mengairi kurang lebih 5.00 hektar sawah yang ada di Kota Gorontalo, Kecamatan Telaga dan sekitarnya (Kabupaten Gorontalo), termasuk di Kabupaten Bone Bolango," jelasnya.

Tak hanya itu, bendungan ini juga berpotensi menjadi destinasi wisata baru. 

Gusnar mengatakan akan segera menyusun master plan penataan kawasan, namun tetap berpedoman pada rencana induk yang disusun pemerintah pusat agar tidak tumpang tindih. 

Di sekitar bendungan, pemerintah provinsi juga akan membangun infrastruktur pendukung seperti akses jalan. 

"Tapi itu (aksesibilitas) harus bertahap, kita lihat perkembangannya," pungkasnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved