Hujan Deras di Gorontalo
Cerita Warga saat Hujan Deras Landa Gorontalo Selasa pagi
Hujan deras melanda Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Penulis: Jefry Potabuga | Editor: Aldi Ponge
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Genangan-air-menutupi-badan-Jalan-HB-Jassin-dddd.jpg)
Ringkasan Berita:
- Wawan Mozin, warga Molosipat, mengatakan hujan tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan.
- Fajri Rauf, warga Limboto, mengaku tetap masuk kerja meski harus berhati-hati di jalan
- Zulkifli Podungge, petugas keamanan di rumah sakit mengatakan hujan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak bekerja
TRIBUNGORONTALO.COM, GORONTALO – Hujan deras melanda Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo pada Selasa (4/11/2025) pagi.
Meski hujan mengguyur sebagian wilayah, aktivitas warga tetap berlangsung normal.
Wawan Mozin, warga Kelurahan Molosipat, mengatakan hujan tidak menjadi alasan untuk bermalas-malasan.
“Bagi saya, hujan hanya membasahi, bukan menghalangi untuk bekerja,” ujarnya saat wawancarai Tribun Gorontalo.
Ia menilai tanggung jawab melayani masyarakat jauh lebih penting dibanding mencari alasan tidak masuk kantor.
“Saya tetap harus bertugas, karena pekerjaan di dinas ini berhubungan langsung dengan masyarakat,” katanya.
Wawan menilai hujan kali ini membawa manfaat, terutama bagi sektor pertanian setelah beberapa hari sebelumnya cuaca panas melanda Gorontalo.
“Ini hujan yang baik, khususnya untuk pertanian. Setelah panas beberapa hari, sekarang tanah kembali basah,” jelasnya.
Fajri Rauf, warga Limboto, mengaku tetap masuk kerja meski harus berhati-hati di jalan.
“Cuaca cukup ekstrem, jadi banyak yang datang agak terlambat,” ujarnya.
Fajri mengatakan jarak rumah yang cukup jauh membuatnya butuh waktu lebih lama untuk tiba di kantor.
“Saya dari Limboto ke Kota Gorontalo. Jalanan licin, jadi harus ekstra hati-hati,” tuturnya.
Zulkifli Podungge, petugas keamanan di rumah sakit mengatakan hujan tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak bekerja.
“Lebih baik terlambat sedikit daripada tidak masuk sama sekali,” ujarnya.
Zulkifli menambahkan, saat ini sudah banyak kemudahan untuk tetap beraktivitas di tengah hujan.
“Sekarang sudah ada jas hujan, payung, dan kendaraan yang nyaman. Jadi tinggal disiasati saja,” katanya.
Meski begitu, ia berharap ada kebijakan toleransi dari pihak kantor saat kondisi cuaca ekstrem.
“Kalau hujan lebat disertai angin, jalanan licin. Jadi bagus kalau ada toleransi waktu atau sistem kerja fleksibel agar pegawai tidak terlalu terbebani,” harapnya.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Gorontalo sudah mengimbau masyarakat agar waspada terhadap potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang yang diperkirakan terjadi pada 4–-7 November 2025.
Fenomena ini dipicu oleh adanya Gelombang Ekuatorial Rossby, yang melintas di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Gelombang ini dapat memicu pembentukan awan konvektif dan meningkatkan curah hujan di wilayah Gorontalo dan sekitarnya.
Dimas Yudistira, Forecaster BMKG Klimatologi Gorontalo, saat dihubungi Tribun Gorontalo, Minggu (2/11/2025), mengatakan fenomena ini perlu diwaspadai masyarakat.
Dari prakiraan cuaca dimulai tanggal empat hingga tujuh akan diguyur hujan dengan adanya gelombang Rossby ini akan melewati perairan utara Sulawesi Utara yang di dalamnya Gorontalo.
“Perlu waspada tanggal 4--7 diprediksi akan diguyur hujan. Ada gelombang Rossby yang akan lewat di perairan utara Sulawesi Utara dan Gorontalo, memicu awan konvektif dan meningkatkan curah hujan sedang hingga lebat,” ujarnya.
Dimas menambahkan, masyarakat sudah dihimbau untuk mulai waspada sejak tanggal 3 November.
“Mulai dari tanggal 3 dihimbau untuk waspada kepada masyarakat,” katanya.
BMKG menjelaskan, Gelombang Ekuatorial Rossby merupakan gelombang atmosfer berskala besar yang terbentuk akibat rotasi bumi dan perbedaan gaya Coriolis di sekitar ekuator.
Diketahui gelombang ini bergerak ke arah barat dan sering memicu pembentukan awan konvektif, yaitu awan tebal yang terbentuk akibat naiknya udara lembab dari permukaan laut ke lapisan atmosfer.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan deras di wilayah tropis, termasuk di Gorontalo. Dalam bahasa sederhana, gelombang ini seperti “ombak besar di langit” yang membawa udara lembab dan membuat awan cepat terbentuk.
"Di Indonesia, fenomena Rossby kerap muncul bersamaan dengan aktivitas Madden Julian Oscillation (MJO) atau Gelombang Kelvin, " jelasnya.
Ia menyebut, ketiganya berinteraksi dan dapat memperkuat pembentukan awan hujan di wilayah Indonesia bagian tengah dan timur.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem yang mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Hujan lebat disertai angin kencang dapat berdampak pada aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan daerah rawan longsor.
“Fenomena ini bisa menyebabkan hujan deras dalam waktu singkat. Kami harap masyarakat tetap tenang, tapi tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dekat sungai dan daerah perbukitan,” kata Dimas.
BMKG juga meminta nelayan memperhatikan kondisi laut sebelum beraktivitas. Gelombang laut berpotensi meningkat seiring aktivitas angin kencang di sekitar perairan Gorontalo.
Selain itu, warga diimbau memantau pembaruan prakiraan cuaca melalui kanal resmi BMKG untuk mendapatkan informasi terkini.
“Kami terus memperbarui peringatan dini setiap hari. Masyarakat bisa memantau lewat aplikasi Info BMKG atau media sosial resmi,” tambah Dimas.
Dengan kondisi atmosfer yang dinamis pada awal November ini, BMKG mengingatkan agar seluruh pihak tetap waspada namun tidak panik. Antisipasi sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko bencana akibat cuaca ekstrem. (*/Jefri)
| 2 Titik di Jalan HB Jassin Kota Gorontalo Tergenang Air, Drainase Tak Berfungsi |
|
|---|
| BPBD Bone Bolango Imbau Masyarakat Waspada Potensi Bencana Imbas Curah Hujan Tinggi di Gorontalo |
|
|---|
| Danau Limboto Gorontalo Tak Meluap Meski Hujan Deras, Nelayan Justru Keluhkan Hasil Tangkapan Minim |
|
|---|
| Hujan Deras di Gorontalo Picu Longsor Batu Hantam Rumah Warga di Kelurahan Tenda: Dinding Retak |
|
|---|
| Hujan Masih Guyur Provinsi Gorontalo, BMKG Prediksi Masih Berlangsung hingga Siang Nanti |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.