PEMPROV GORONTALO
PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Kebut Pengerjaan Kanal dan Jalan, Target Rampung Akhir 2025
Menurut Aries, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan dan bimbingan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang terus mendorong agar setiap OPD
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
TRIBUNGORONTALO.COM – Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPR-PKP) Provinsi Gorontalo tetap menunjukkan kinerja positif. Sejumlah proyek strategis tetap berjalan dan telah mencatat progres yang signifikan.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala Dinas PUPR-PKP Provinsi Gorontalo, Aries Ardianto, dalam Podcast TribunGorontalo.com yang dipandu oleh Herjianto Tangahu, Jumat (24/10/2025).
Menurut Aries, keberhasilan tersebut tidak lepas dari arahan dan bimbingan Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, yang terus mendorong agar setiap organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk PUPR-PKP, tetap berperan optimal meski anggaran terbatas.
“Ada petunjuk dan bimbingan dari pimpinan. Kalau dilepas begitu saja, bisa lari ke sana kemari,” ujar Aries.
Ia menyebut bahwa dalam situasi efisiensi anggaran, setiap OPD memiliki kepentingan masing-masing. Namun, sektor infrastruktur tetap menjadi tulang punggung pembangunan daerah.
Baca juga: Transformasi Digital di Kabupaten Gorontalo, Kadis Kominfotik: Bukan Lagi Pilihan tapi Kebutuhan
Meski tidak semua program dapat terlaksana secara maksimal, Aries memastikan bahwa sejumlah proyek prioritas tetap berjalan dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Pada sektor Sumber Daya Air (SDA), Aries menyebut dua proyek utama yang menjadi fokus tahun ini, yakni pembangunan Kanal Banjir Tanggidaa dan Pedestrian Kanal. Keduanya kini menunjukkan progres fisik yang menggembirakan.
“Saat ini, progres fisik pembangunan sudah hampir 80 persen,” katanya.
Selain itu, PUPR-PKP juga menangani proyek jaringan irigasi di Desa Pilohayanga, Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo. Proyek dengan nilai kontrak Rp800 juta ini telah rampung dan mulai difungsikan.
“Anggarannya kecil, tidak sampai Rp1 miliar. Kontraknya juga sedikit, tapi sudah selesai,” jelas Aries.
Di bidang Bina Marga, tahun ini terdapat dua paket pekerjaan jalan strategis yang dinilai akan memberi dampak besar terhadap konektivitas dan perekonomian daerah.
Paket pertama mencakup peningkatan Jalan Brigjen Piola Isa, Jalan Prof. Aloe Saboe, dan Jalan Talumolo–Buata–Duano di Kota Gorontalo.
Total panjang pekerjaan mencapai 5,205 kilometer, dengan nilai kontrak Rp13,5 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Pekerjaan ini dimulai sejak 18 Juli dan ditargetkan selesai pada 14 Desember 2025, dengan pelaksana PT Tri Sandi Yuda.
Tak hanya di Kota Gorontalo, proyek lainnya juga tengah berlangsung di Kabupaten Pohuwato, yakni peningkatan Jalan Taludi–Wanggarasi sepanjang 280 meter.
Proyek ini bersumber dari Dana Bagi Hasil (DBH) sawit dengan nilai Rp1,3 miliar dan telah berjalan sejak 8 Agustus 2025.
Meski panjangnya relatif pendek, jalan tersebut dinilai memiliki nilai strategis sebagai akses masyarakat perdesaan menuju kawasan pertanian dan perkebunan.
“Progres jalan ini juga sudah mencapai 70 persen,” ujar Aries.
Aries menegaskan bahwa tidak semua program dapat dilaksanakan tahun ini karena kebijakan efisiensi. Namun, ia tetap optimistis bahwa proyek-proyek yang tertunda akan dilanjutkan tahun depan, seiring harapan akan adanya tambahan kucuran anggaran.