Berita Gorontalo Populer
3 Berita Lokal Gorontalo Populer: Kecelakaan Lalu Lintas hingga Gerhana Bulan
Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang menjadi berita terpopuler atau banyak dibaca pada 8 September 2025.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Ratusan-tolangga-menghiasi-Masjid-At-taqwa.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM - Berikut 3 berita lokal Gorontalo yang menjadi berita terpopuler atau banyak dibaca pada 8 September 2025.
Ada berita kecelakan lalu lintas dialami pengemudi sepeda motor, ada berita gerhana bulan di Gorontalo hingga berita 115 Tolangga Hiasi Masjid At-Taqwa Desa Bongo.
Berikut Ulasan 3 Berita Populer di Portal Tribun Gorontalo pada Hari ini:
1.Kecelakaan Motor di Gorontalo Utara, Jari Kaki Korban Nyaris Putus
Kecelakaan motor terjadi di Jalan Trans Sulawesi, tepatnya di Desa Leboto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara, pada Minggu (7/9/2025) sekitar pukul 12.30 Wita.
Insiden yang melibatkan dua kendaraan bermotor ini mengakibatkan dua korban mengalami luka-luka.
Melalui video yang diunggah oleh akun Facebook Amalia Djaba, terlihat seorang remaja wanita terluka di area pelipis.
Sementara itu, korban pria mengalami luka parah hingga jari kelingking di kaki kanannya nyaris putus.
"Ya Allah dia punya jari so mo putus," ujar perekam video dengan nada prihatin.
Warga setempat segera memberikan pertolongan. Setelah ditanya, salah satu korban mengaku berasal dari Desa Titidu, Kecamatan Kwandang, yang berjarak sekitar 11,7 kilometer dari lokasi kejadian.
Remaja wanita terlihat gemetar dan mengalami cedera di bagian kepala dan tangan.
Meskipun awalnya menolak, warga berhasil membujuknya untuk segera dibawa ke fasilitas medis demi keselamatan.
Amalia, sang perekam video, mengaku iba melihat kondisi korban dan tetap membantu meski hujan deras mengguyur.
2. Meriahnya Perayaan Maulid di Gorontalo, 115 Tolangga Hiasi Masjid At-Taqwa Desa Bongo
Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid At-Taqwa, Desa Bongo, Kecamatan Batudaa Pantai,
Kabupaten Gorontalo, berlangsung meriah pada Minggu (7/9/2025).
Suasana masjid dipenuhi dengan kemeriahan tradisi Festival Walima, di mana ratusan warga mengarak Tolangga, yaitu hidangan khas dalam wadah besar, dari rumah ke masjid.
Menurut tokoh masyarakat sekaligus pengurus masjid, Yohan Arbie, tradisi Tolangga merupakan bagian penting dari Walima yang telah diwariskan secara turun-temurun.
"Ini adalah perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang kita laksanakan sejak pagi tadi," ungkapnya kepada TribunGorontalo.com, Minggu.
Tahun ini, tercatat ada 115 Tolangga yang diarak menuju masjid dan dibagikan kepada 117 pezikir yang mengikuti zikir di Masjid At-Taqwa.
Yohan menjelaskan bahwa pembagian Tolangga dilakukan sesuai aturan panitia agar seluruh peserta mendapatkan bagian secara merata.
Yohan menambahkan, tradisi ini tidak hanya bernilai adat, tetapi juga memiliki makna keagamaan yang mendalam.
"Ini bukan tentang kemeriahan dan kemewahannya, tetapi kami cinta Rasul, sehingga kami melakukan yang terbaik di hari kelahiran Nabi," tegasnya.
Kegiatan Walima kali ini berjalan aman, lancar, dan sukses. Wakil Bupati Gorontalo, Tonny Junus, juga turut hadir untuk membersamai masyarakat.
Memasuki siang hari, Desa Bongo semakin ramai dengan kedatangan ratusan pengunjung dari berbagai daerah.
Meskipun sempat terjadi kepadatan dan kemacetan, hal itu justru menambah semarak silaturahmi antarwarga.
Bagi masyarakat Bongo, tradisi Tolangga dan Walima lebih dari sekadar seremoni.
Tradisi ini merupakan wujud kecintaan mendalam mereka kepada Rasulullah, serta semangat kebersamaan dan religius yang terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Ribuan pengunjung yang datang untuk mengikuti Festival Walima menyebabkan arus lalu lintas tersendat hingga berjam-jam.
Kemacetan paling parah terjadi di jalan poros yang menghubungkan sisi barat dan timur.
Kondisi semakin sulit dikendalikan akibat banyaknya kendaraan yang terparkir di tepi jalan, sehingga mempersempit ruang gerak lalu lintas.
Tak hanya kendaraan pribadi, satu unit ambulans pun ikut terjebak di tengah padatnya antrean kendaraan. Situasi ini membuat banyak warga resah, meskipun semangat mereka untuk hadir dalam perayaan tetap tinggi.
Festival Walima adalah tradisi ikonik tahunan di Gorontalo untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Desa Bongo, yang dikenal sebagai Desa Religi, menjadi pusat perayaan ini.
Setiap tahun, desa kecil ini selalu dipenuhi pengunjung dari berbagai daerah, bahkan dari luar Kecamatan Batudaa.
Untuk mengantisipasi kemacetan yang lebih parah, aparat kepolisian dan Satpol PP dikerahkan untuk mengatur arus lalu lintas. Namun, tingginya volume kendaraan membuat pengendalian situasi di lapangan tetap menjadi tantangan besar.
Festival Walima adalah tradisi keagamaan dan budaya di Gorontalo untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Tradisi Walima diyakini sudah ada sejak abad ke-17 dan terus dilestarikan hingga saat ini. Desa Bongo, Gorontalo, dikenal sebagai salah satu pusat perayaan Walima terbesar dan paling meriah.
3.Gerhana Bulan di Gorontalo Tertutup Kabut, Fenomena Langka Tak Terlihat Jelas
Harapan sebagian masyarakat Gorontalo untuk menyaksikan fenomena gerhana Bulan total dini hari tadi pupus.
Meski sejak sore langit terlihat cerah, kabut tipis menutupi wajah Bulan saat momen gerhana berlangsung.
Pantauan TribunGorontalo.com dari Desa Luhu, Kecamatan Telaga, sejak pukul 01.00 Wita, cahaya Bulan mulai tampak buram akibat kabut.
Memasuki pukul 01.30 Wita, cahaya Bulan bahkan menghilang, sehingga fenomena blood moon tidak terlihat jelas.
Kondisi serupa juga dikeluhkan warganet melalui siaran langsung di Facebook.
“Di tempat saya di Pabean berawan, padahal sebelumnya cerah sekali,” tulis Fahrys Harun.
Sementara itu, akun Asni Yunus menambahkan,
“Isimu kabut, berawan.”
Sebelumnya, Ketua Tim Hisab Rukyat Kanwil Kemenag Gorontalo, Safrianto Kaawoan, telah menjelaskan bahwa gerhana Bulan kali ini diprediksi berlangsung cukup lama.
“Mulai gerhana Bulan total itu jam 01.30 Wita dan puncaknya sekitar jam 02.00 Wita,” ungkapnya.
Menurut Safrianto, fenomena ini bisa diamati hampir di seluruh wilayah Indonesia dengan durasi mencapai 1 jam 23 menit.
Ia pun mengimbau umat Islam di Gorontalo untuk melaksanakan salat gerhana. “Salat gerhana Bulan ini dapat dilakukan pada jam 01.30 Wita.
Ini bukan sekadar seremonial, tetapi bagian dari sunnah Rasulullah SAW,” ujarnya.
Sebagai informasi, gerhana Bulan terjadi ketika cahaya Matahari terhalang Bumi hingga tidak seluruhnya sampai ke Bulan.
Pada puncaknya, jika langit cerah, Bulan akan tampak berwarna merah.
Sayangnya, kondisi langit Gorontalo yang berkabut membuat fenomena langka dini hari tadi tidak bisa dinikmati secara maksimal. (*/Tribun Gorontalo/Fadjri/Jian)
Berita Gorontalo Populer
kecelakaan lalu lintas
gerhana bulan di Gorontalo
Maulid Nabi di Gorontalo
| 3 Berita Populer Gorontalo Senin 22 Sept 2025 : PDIP Pecat Wahyu hingga Sosok PAW di DPRD Provinsi |
|
|---|
| 3 Berita Populer Gorontalo 15 September: Kondisi Pengangkut Sampah hingga WNA Jatuh di Air Terjun |
|
|---|
| 3 Berita Populer Gorontalo : Beredar Uang Palsu hingga 311 Honorer Tak Tercover Ada yang Terhapus |
|
|---|
| 3 Berita Gorontalo Terpopuler Kamis 04 September 2025 : Suami Bunuh Istri hingga Isu Mutasi Jabatan |
|
|---|
| 3 Berita Lokal Gorontalo Populer Hari ini: Begal Payudara hingga Viral MBG Ikan Teri |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.