Gorontalo Hari Ini
Kondisi Terkini Rumah Dinas Gubernur dan Kantor DPRD Gorontalo Pasca-Demo
Setelah gelombang demonstrasi mahasiswa mereda, suasana di Kota Gorontalo mulai kembali normal dan kondusif.
Penulis: Herjianto Tangahu | Editor: Fadri Kidjab
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/gorontalo/foto/bank/originals/Kawat-berduri-masih-terpasang-di-depan-Rumah-Dinas-Gubernur.jpg)
TRIBUNGORONTALO.COM – Setelah gelombang demonstrasi mahasiswa mereda, suasana di Kota Gorontalo mulai kembali normal dan kondusif.
Namun, bentangan kawat duri yang belum dibongkar di beberapa titik strategis masih menjadi sorotan.
Berdasarkan pantauan TribunGorontalo.com pada Selasa (2/9/2025), suasana di Kantor DPRD Kota Gorontalo tampak sepi.
Area yang berada di poros utama Jalan John Ario Katili itu tidak lagi menunjukkan kesibukan. Aparat kepolisian yang sebelumnya berjaga ketat tidak terlihat di lokasi.
Sehari sebelumnya, puluhan hingga ratusan polisi bersiaga penuh, menutup akses pintu masuk, dan mengawal jalannya aksi. Namun kini, yang terlihat hanya petugas keamanan internal kantor.
"Tidak ada lagi (aparat), sejak kemarin setelah demo selesai," ujar seorang petugas keamanan di depan kantor DPRD Kota Gorontalo.
Meskipun aparat telah ditarik, kawat duri yang dipasang saat aksi masih belum dibongkar.
Sementara itu, Rumah Dinas Gubernur Gorontalo, Jl Sultan Hasanuddin, Kota Gorontalo, kawat duri masih membentang di pintu masuk, dengan beberapa anggota Satpol PP yang berjaga.
Situasi serupa juga terlihat di Kantor DPRD Provinsi Gorontalo. Kawat duri masih terpasang, seolah menjadi pengingat betapa tegangnya suasana selama demonstrasi kemarin.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian belum memberikan keterangan resmi apakah kawat duri itu sengaja dipertahankan sebagai bagian dari siaga pengamanan atau hanya belum sempat dibongkar.
Baca juga: Demo Ricuh, Belasan Mahasiswa Gorontalo Diamankan Polisi
Pemasangan kawat berduri
Kepolisian memasang barikade kawat berduri di depan rumah dinas Gubernur Gorontalo pada Senin (1/9/2025).
Langkah ini diambil untuk mengantisipasi demonstrasi yang akan digelar oleh mahasiswa di beberapa titik, termasuk rumah dinas tersebut.
Pemasangan dilakukan sekitar pukul 10.21 Wita, membentang tepat di depan pintu masuk.
Aksi demonstrasi gabungan organisasi mahasiswa di Gorontalo berlangsung di lima titik strategis pada hari ini.
Ratusan mahasiswa tergabung dalam organisasi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Kabinet Merah Putih Universitas Negeri Gorontalo (UNG) melakukan aksi unjuk rasa di Bundaran Saronde Kota Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Massa aksi berkumpul di lapangan rektorat UNG lalu menuju ke titik pertama di Bundaran Saronde Kota Gorontalo.
Para massa aksi menggunakan seragam hitam dan almamater merah maron menyuarakan aspirasinya.
Ada pun tuntutan mahasiswa pendemo di antaranya:
1. Menuntut Gubernur Provinsi Gorontalo untuk menyampaikan secara resmi kepada Presiden Republik Indonesia terkait pemberhentian menteri yang bermasalah serta melakukan pencopotan terhadap wakil menteri yang rangkap jabatan.
2. Menuntut kepada DPRD Provinsi Gorontalo untuk mengonsolidasikan setiap partai politik yang ada di Gorontalo dalam rangka menyampaikan dan memperjuangkan aspirasi Aliansi Merah Maron yang berkaitan dengan kewenangan DPR RI.
3. Konsolidasi tersebut dilakukan melalui jalur struktural partai politik di tingkat DPP dengan memanfaatkan keterwakilan mereka di DPR RI dan/atau DPRD Provinsi Gorontalo memfasilitasi delegasi Aliansi Merah Maron, yang di antaranya terdiri dari ketua-ketua organisasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo, untuk menyampaikan aspirasi secara langsung melalui forum Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama DPR RI.
(Tribungorontalo.com/ht)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.